SWIPE UP TO READ

Bendera Bulan Bintang, Dek Fadh Minta Warga Aceh Bersabar dan Jaga Perdamaian

Wakil Gubernur Aceh meminta persoalan bendera Bulan Bintang diselesaikan melalui komunikasi agar situasi tetap kondusif dan investasi terjaga

THE ATJEH NET
— Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh meminta masyarakat tidak memperkeruh persoalan bendera Bulan Bintang yang masih dalam proses. Ia mengajak semua pihak menjaga komunikasi dan perdamaian Aceh.

“Terkait hal-hal yang masih membutuhkan proses, termasuk persoalan bendera Aceh, mari kita sikapi dengan sabar dan tenang, serta terus mengedepankan komunikasi dalam semangat menjaga perdamaian,” kata Dek Fadh dalam rapat paripurna DPRA di Banda Aceh, Kamis, 27 Agustus 2026.

Pernyataan itu disampaikan saat Pemerintah Aceh memberikan tanggapan terhadap pendapat Badan Anggaran DPRA mengenai Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA 2025.

Dek Fadh mengatakan situasi keamanan dan stabilitas Aceh perlu dijaga bersama. Menurut dia, kondisi yang aman dan kondusif juga berkaitan dengan kepercayaan publik serta iklim investasi.

“Mari kita perkuat persatuan dan suasana Aceh yang aman dan kondusif, karena hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global, sekaligus menciptakan iklim investasi yang baik,” ujarnya.

Rehabilitasi Pascabencana dan Agenda Aceh

Selain persoalan bendera, Dek Fadh meminta Pemerintah Aceh dan DPRA mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar berjalan tepat sasaran.

Ia juga menyinggung perlunya kesiapsiagaan menghadapi sejumlah ancaman bencana, termasuk kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan, serta banjir.

Pemerintah Aceh, kata dia, perlu memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan DPRA dalam mengawal agenda strategis daerah. Beberapa di antaranya revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus).

“Untuk itu diperlukan sikap yang sejalan, kekompakan, dan semangat perjuangan bersama demi kepentingan masyarakat Aceh,” kata Dek Fadh.

Ketegangan soal Bendera Bulan Bintang

Pernyataan Dek Fadh muncul setelah terjadi ketegangan terkait penggunaan bendera Bulan Bintang di Banda Aceh.

Sebelumnya, kericuhan terjadi di kawasan depan Masjid Raya Baiturrahman setelah massa menurunkan bendera Merah Putih dari sebuah tiang di pekarangan masjid. Massa kemudian memanjat tiang dan mengibarkan bendera berlatar merah dengan garis hitam yang dikenal sebagai bendera Bulan Bintang.

Aparat TNI dan kepolisian membubarkan massa menggunakan tembakan peringatan dan gas air mata. Lima orang sempat diamankan sebelum kemudian dilepaskan.

Ketegangan juga terjadi di Pendopo Gubernur Aceh. Massa yang sebagian besar berusia di bawah 30 tahun menurunkan bendera Merah Putih dan menggantinya dengan bendera Bulan Bintang. Mereka juga mencopot lambang Garuda dari lokasi tersebut.

Persoalan penggunaan bendera Aceh hingga kini masih menjadi bagian dari agenda politik dan regulasi yang belum sepenuhnya terselesaikan. Karena itu, Dek Fadh meminta penyelesaiannya ditempuh melalui komunikasi dan tetap mempertahankan suasana damai.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Bendera Bulan Bintang, Dek Fadh Minta Warga Aceh Bersabar dan Jaga Perdamaian
  • Bendera Bulan Bintang, Dek Fadh Minta Warga Aceh Bersabar dan Jaga Perdamaian
  • Bendera Bulan Bintang, Dek Fadh Minta Warga Aceh Bersabar dan Jaga Perdamaian
  • Bendera Bulan Bintang, Dek Fadh Minta Warga Aceh Bersabar dan Jaga Perdamaian
  • Bendera Bulan Bintang, Dek Fadh Minta Warga Aceh Bersabar dan Jaga Perdamaian
  • Bendera Bulan Bintang, Dek Fadh Minta Warga Aceh Bersabar dan Jaga Perdamaian