Bencana Rusak 57 Ribu Hektare Sawah di Aceh, Baru 49 Persen Bantuan Pertanian Terealisasi
Luas sawah terdampak mencapai 57.171 hektare. Dari pagu bantuan Rp515,2 miliar, baru Rp253,5 miliar terealisasi.
THE ATJEH NET — Bencana hidrometeorologi merusak 57.171 hektare sawah di Aceh. Di tengah luasnya lahan terdampak, realisasi bantuan pertanian baru mencapai Rp253,5 miliar atau sekitar 49,2 persen dari pagu Rp515,2 miliar.
Data tersebut berasal dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian yang dihimpun Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Kerusakan sawah mencakup kategori ringan, sedang, berat, hingga lahan yang hilang akibat terjangan arus.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Aceh Firdaus mengatakan pemerintah kabupaten dan kota perlu mempercepat penyelesaian kendala administrasi maupun teknis agar anggaran yang telah tersedia segera diwujudkan dalam bentuk pekerjaan di lapangan.
“Realisasi kegiatan kita baru sekitar 49 persen. Kami mengharapkan kabupaten dan kota segera menyelesaikan persoalan yang menyebabkan keterlambatan proses administrasi karena anggaran ini sudah berada di kabupaten,” kata Firdaus, Selasa, 18 Agustus 2026.
### Aceh Tengah Pulihkan 1.496 Hektare
Salah satu daerah yang mempercepat pemulihan lahan pertanian adalah Kabupaten Aceh Tengah. Dari 1.615 hektare sawah yang masuk kategori rusak ringan, sebanyak 1.496 hektare atau sekitar 92,6 persen telah direhabilitasi hingga 18 Agustus 2026.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah Nasrun Liwanza mengatakan rehabilitasi dilakukan bersamaan dengan pemulihan jaringan irigasi tersier. Pemerintah daerah menargetkan seluruh sawah rusak ringan dapat kembali ditanami pada awal September 2026.
“Untuk Aceh Tengah luasannya 1.615 hektare yang ringan. Saat ini yang sudah terealisasi 1.496 yang kita kerjakan. Artinya 90 persen kita kerjakan untuk merehab yang kategori ringan,” kata Nasrun saat meninjau lokasi rehabilitasi sawah bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera.
Pemulihan jaringan irigasi menjadi bagian penting karena sebagian sawah tidak lagi mendapat pasokan air setelah bencana.
“Saat pertama pascabencana otomatis akibat kondisi alam ini sawah kita tidak bisa diairi. Oleh karena itu Bupati Aceh Tengah merekomendasikan untuk percepat kegiatan ini. Agar masyarakat bisa bersawah dan bisa menghasilkan pangan sendiri,” ujar Nasrun.
Rehabilitasi sawah rusak ringan di Aceh Tengah mendapat dukungan Kementerian Pertanian sekitar Rp6,8 miliar.
754 Hektare Masuk Tahap Perencanaan
Pemulihan di Aceh Tengah belum berhenti pada lahan rusak ringan. Pemerintah daerah mulai menyiapkan penanganan 754 hektare sawah yang masuk kategori rusak sedang.
Lahan tersebut akan memasuki tahap Survei, Investigasi, dan Desain (SID) sebagai dasar menentukan kebutuhan rehabilitasi.
“Dalam minggu depan ini akan dilakukan SID untuk rehab sedang seluas 754 hektare,” kata Nasrun.
Besarnya lahan pertanian yang terdampak membuat percepatan pemulihan menjadi penting bagi petani sekaligus produksi pangan daerah. Namun, kecepatan pekerjaan di lapangan masih bergantung pada penyelesaian administrasi dan teknis di masing-masing daerah.
Dengan realisasi bantuan yang baru 49,2 persen, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan besar untuk mengubah anggaran pemulihan menjadi rehabilitasi lahan dan jaringan pertanian yang dapat kembali dimanfaatkan petani.
Baca Juga:
