SWIPE UP TO READ

Banjir Rusak SD Negeri 10 Linge, Siswa Masih Belajar di Tenda Meski RKD Sudah Dibangun

Tiga ruang kelas darurat menampung enam jenjang, tetapi sebagian siswa di Tenda 02 masih belajar dalam kondisi darurat.
Ruang Kelas Darurat Sekolah Dasar Negeri 10 Linge, Desa Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah

THE ATJEH NET 
— Pemulihan kegiatan belajar di SD Negeri 10 Linge, Desa Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, belum sepenuhnya selesai setelah banjir merusak bangunan sekolah. Meski ruang kelas darurat (RKD) telah tersedia, sebagian siswa masih belajar di bawah tenda.

Sebelum RKD dibangun, seluruh siswa kelas I hingga VI terpaksa mengikuti pembelajaran dalam satu tenda. Kondisi tersebut membuat proses belajar berlangsung jauh dari normal.

Staf Tata Usaha SD Negeri 10 Linge, Aji Reje, mengatakan kerusakan sekolah juga menyebabkan buku paket dan sejumlah fasilitas pendidikan terendam.

“Semua kelas, dari kelas I sampai kelas VI, terpaksa digabung dalam satu tenda,” kata Aji.

Kondisi tenda menjadi persoalan tersendiri. Suhu panas dan perubahan cuaca membuat konsentrasi siswa terganggu. Sekolah bahkan harus memangkas waktu belajar dan memulangkan siswa lebih awal ketika kondisi tidak memungkinkan.

Situasi mulai membaik setelah tiga RKD dibangun di kawasan Tenda 01. Tiga ruangan tersebut kini digunakan untuk enam jenjang kelas.

Sekolah menggabungkan kelas I dengan II, kelas III dengan IV, serta kelas V dengan VI. Meski berada di ruangan yang sama, guru tetap memberikan materi sesuai jenjang masing-masing.

“Setelah ada RKD, pembelajaran jauh lebih efektif. Anak-anak lebih nyaman dan proses belajar mulai mendekati kondisi normal,” ujar Aji.

Keberadaan RKD juga memungkinkan siswa belajar lebih lama. Jika sebelumnya pembelajaran harus dihentikan lebih awal karena panas dan cuaca, kini kegiatan dapat berlangsung hingga pukul 12.00, 12.30, bahkan 13.00, bergantung pada jenjang kelas.

Sebagian Siswa Masih di Tenda

Namun, pembangunan RKD belum menyelesaikan seluruh persoalan. Sebagian siswa yang berada di kawasan Tenda 02 masih menjalani pembelajaran di bawah tenda.

Kondisi itu membuat kebutuhan ruang belajar tambahan menjadi salah satu persoalan yang masih harus diselesaikan selama sekolah menunggu pemulihan secara permanen.

Banjir juga membuat ketersediaan buku pelajaran belum sepenuhnya kembali. Sejumlah bantuan buku telah diterima dari Dinas Pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat, tetapi jumlahnya masih belum mencukupi kebutuhan seluruh siswa.

Di tengah keterbatasan tersebut, guru tetap menjalankan pembelajaran dengan memanfaatkan materi yang mereka kuasai.

Bagi sekolah, RKD menjadi solusi sementara agar pendidikan tidak terhenti setelah fasilitas sekolah rusak akibat banjir. Namun, pemulihan belum dapat disebut tuntas selama masih ada siswa yang belajar di bawah tenda.

Penyediaan ruang belajar bagi siswa di Tenda 02 menjadi kebutuhan berikutnya agar seluruh peserta didik SD Negeri 10 Linge dapat belajar dalam kondisi yang lebih layak sembari menunggu sekolah permanen dipulihkan.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Banjir Rusak SD Negeri 10 Linge, Siswa Masih Belajar di Tenda Meski RKD Sudah Dibangun
  • Banjir Rusak SD Negeri 10 Linge, Siswa Masih Belajar di Tenda Meski RKD Sudah Dibangun
  • Banjir Rusak SD Negeri 10 Linge, Siswa Masih Belajar di Tenda Meski RKD Sudah Dibangun
  • Banjir Rusak SD Negeri 10 Linge, Siswa Masih Belajar di Tenda Meski RKD Sudah Dibangun
  • Banjir Rusak SD Negeri 10 Linge, Siswa Masih Belajar di Tenda Meski RKD Sudah Dibangun
  • Banjir Rusak SD Negeri 10 Linge, Siswa Masih Belajar di Tenda Meski RKD Sudah Dibangun