AS Bidik Sumber Uang Iran, Teheran Siapkan Strategi Hadapi Operasi Sanksi
AS menargetkan aliran dana Iran melalui sanksi terhadap bank, perusahaan, dan sektor strategis. Teheran mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi
![]() |
| Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Hollywoodreporter) |
THE ATJEH NET - Iran menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi operasi sanksi ekonomi Amerika Serikat yang menyasar sumber pendapatan dan jaringan finansial negara itu. Menteri Keuangan Iran Seyed Ali Madanizadeh mengatakan pemerintah telah menyiapkan skenario untuk menjaga stabilitas ekonomi dari tekanan Washington.
“Mereka ingin mengerahkan sebuah operasi ekonomi terhadap kami. Kami juga memiliki rencana tersendiri dan kami tahu bagaimana cara memenangkannya,” kata Madanizadeh kepada media Iran, seperti dikutip Time, Rabu, 26 Agustus 2026.
Madanizadeh mengatakan Iran telah menyiapkan langkah untuk menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk jika sanksi Amerika Serikat memicu gangguan pada sektor atau hubungan finansial Iran.
“Kami telah mengembangkan rencana untuk berbagai skenario, termasuk kebijakan yang harus diterapkan apabila mereka berupaya untuk memicu destabilisasi terhadap sektor atau hubungan finansial nasional,” ujarnya.
AS Targetkan Aliran Pendanaan Iran
Pernyataan Madanizadeh disampaikan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan operasi sanksi ekonomi terhadap Iran pada Senin, 24 Agustus 2026.
Operasi tersebut, yang disebut Operation Economic Outcast, diarahkan untuk menekan jaringan ekonomi yang dianggap membantu Iran mempertahankan sumber pendapatan dan pendanaan perang.
Sanksi tidak hanya menyasar negara atau pihak yang memiliki hubungan finansial dengan Iran. Bank dan korporasi juga menjadi bagian dari target kebijakan tersebut.
Washington memusatkan tekanan pada sejumlah sektor yang dinilai penting bagi perekonomian Iran, antara lain aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.
“Objektif kami adalah untuk menghentikan setiap arus pendanaan dan pemasukan yang mempertahankan pemerintahan Iran,” kata Bessent dalam konferensi pers.
Bessent mengatakan Amerika Serikat akan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang dianggap membantu mempertahankan aliran dana Iran.
Iran Hadapi Tekanan Ekonomi AS
Tekanan terbaru Washington menambah tekanan ekonomi yang selama ini dihadapi Iran. Pemerintah Amerika Serikat juga mengancam pihak-pihak yang tetap mempertahankan hubungan ekonomi dengan Teheran.
Bessent menyebut Iran kini menghadapi pilihan untuk beroperasi dalam kondisi terisolasi atau kembali mendapatkan akses terhadap perekonomian global.
“Iran sekarang dihadapkan dengan dua pilihan yang jelas,” kata Bessent.
Menurut dia, pemerintah Amerika Serikat telah melacak dan memetakan sumber pemasukan Iran sebagai bagian dari strategi pengetatan sanksi.
Hingga pengumuman tersebut, Departemen Keuangan AS menyatakan telah menjatuhkan sanksi terhadap 60 individu dan entitas. Mereka dituduh terlibat dalam jaringan yang membantu Iran memperoleh pendapatan dari sektor minyak, pengadaan senjata, hingga aktivitas siber.
Di sisi lain, Teheran menegaskan tekanan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa respons. Pemerintah Iran menyatakan telah menyiapkan kebijakan untuk mempertahankan stabilitas ekonomi sekaligus menghadapi kemungkinan gangguan terhadap sistem keuangan nasional.
Dengan demikian, perseteruan AS-Iran kini tidak hanya berlangsung melalui tekanan politik dan keamanan, tetapi juga melalui perebutan akses terhadap sumber pendapatan, jaringan keuangan, dan sektor ekonomi strategis.
Baca Juga:

