Aceh Utara Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial Lewat Festival Literasi 2026
Festival Literasi Aceh Utara 2026 mengajarkan membaca, menulis, dan berkreativitas sekaligus mengingatkan pelajar tentang etika di ruang digital.
![]() |
| Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Aceh Utara, Fauzan |
THE ATJEH NET — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mendorong pelajar lebih bijak menggunakan media sosial melalui Festival Literasi 2026. Kegiatan yang berlangsung 19–21 Agustus itu tidak hanya berisi kegiatan membaca, tetapi juga pelatihan menulis, mendongeng, dan berbagai aktivitas kreatif.
Festival yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik tersebut digelar di halaman dan Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara. Pelajar menjadi salah satu kelompok utama yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Aceh Utara, Fauzan, mengatakan kemampuan literasi diperlukan agar generasi muda tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga dapat menyikapinya secara tepat.
Ia menekankan pentingnya moral dan etika ketika pelajar menggunakan media sosial.
“Dalam menggunakan media sosial di dunia digitalisasi ini, selalu menggunakan moral dan etika, serta dapat menyesuaikan di segala kondisi permasalahan di sekitar kita,” kata Fauzan saat membuka festival, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurut dia, kemampuan tersebut perlu ditanamkan sejak dini seiring semakin luasnya akses generasi muda terhadap informasi digital.
“Dengan membaca, kita mengenal dunia yang lebih luas,” ujarnya.
### Literasi Tidak Sekadar Membaca
Rangkaian Festival Literasi Aceh Utara 2026 dirancang dengan berbagai kegiatan. Peserta mengikuti talkshow, bedah buku, bimbingan teknis, pelatihan mendongeng, pelatihan menulis cerpen, lomba mewarnai, dan sejumlah perlombaan lainnya.
Kegiatan tersebut memberi ruang kepada pelajar untuk mengembangkan kemampuan membaca sekaligus menulis dan menyampaikan gagasan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara yang diwakili Sekretaris Dinas, Muhammad Taufieq, mengajak pelajar dan masyarakat memperkuat budaya membaca.
Menurut dia, peningkatan kemampuan literasi diperlukan agar masyarakat memiliki bekal dalam menghadapi perkembangan informasi dan teknologi.
### Berlangsung Tiga Hari
Festival Literasi Aceh Utara berlangsung hingga 21 Agustus 2026. Pada hari terakhir, kegiatan dijadwalkan dimeriahkan penampilan artis lokal Aceh, Apa Lahu dan Kuya Ali.
Pemerintah daerah berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi mendorong kebiasaan membaca serta kemampuan literasi masyarakat.
Bagi pelajar, pesan yang dibawa dalam kegiatan ini juga menyasar cara menggunakan media sosial: tidak sekadar aktif mengakses dan membagikan informasi, tetapi mempertimbangkan kebenaran, dampak, moral, dan etika sebelum berinteraksi di ruang digital.
Baca Juga:
