Warga Serbajadi Terpaksa Seberangi Sungai Deras Demi Capai Huntara
Hujan lebat memperbesar arus sungai, sementara akses menuju hunian sementara belum memiliki jembatan yang aman.
ACEH TIMUR – Warga Desa Ujung Karang dan Desa Sunti, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, terpaksa menyeberangi sungai berarus deras untuk mencapai hunian sementara (Huntara) di Dusun Temboloh, Desa Ujung Karang, setiap kali hujan lebat mengguyur kawasan tersebut.
Kondisi itu menjadi ancaman bagi keselamatan warga, terutama anak-anak, perempuan, dan lanjut usia, karena mereka harus melintasi sungai tanpa jembatan yang layak saat debit air meningkat.
Tokoh masyarakat Serbajadi, Eje ST, mengatakan derasnya arus sungai akibat curah hujan tinggi membuat perjalanan menuju Huntara penuh risiko. Meski demikian, warga tidak memiliki pilihan lain karena akses tersebut menjadi jalur utama menuju lokasi hunian sementara.
"Setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, warga harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai untuk menuju Huntara. Kami sangat berharap pemerintah segera memberikan solusi agar masyarakat tidak lagi menghadapi kondisi berbahaya seperti ini," kata Eje, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurutnya, kebutuhan akan jembatan sudah mendesak karena Huntara masih dihuni warga yang terdampak sehingga aktivitas sehari-hari, termasuk akses menuju permukiman, tetap bergantung pada jalur tersebut.
Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera membangun fasilitas penyeberangan yang aman agar warga tidak lagi menghadapi risiko setiap kali hujan turun.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur maupun instansi terkait mengenai rencana pembangunan jembatan atau akses penyeberangan permanen menuju Huntara di kawasan tersebut.
Baca Juga:
