Sabo Dam Pining Dibangun sebagai Benteng Banjir, Pemkab Gayo Lues Siapkan Huntap di Zona Aman
Pemkab Gayo Lues memastikan Sabo Dam dan kawasan hunian tetap dibangun untuk mengurangi risiko banjir dan melindungi warga.
GAYO LUES – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mempercepat pembangunan Sabo Dam di Kecamatan Pining sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir. Di saat bersamaan, pemerintah juga menyiapkan kawasan hunian tetap (huntap) di lokasi yang dipastikan berada di luar zona rawan bencana bagi warga terdampak.
Bupati Gayo Lues Suhaidi bersama Wakil Bupati H. Maliki meninjau langsung progres pembangunan Sabo Dam dan lokasi yang disiapkan untuk relokasi warga, Sabtu, 18 Juli 2026.
Di lokasi, Suhaidi menerima penjelasan dari konsultan pengawas proyek, Firmansyah Aan, mengenai perkembangan pekerjaan konstruksi.
Aan mengatakan Sabo Dam dirancang untuk menahan material batu, pasir, dan sedimen yang terbawa arus sungai saat debit air meningkat. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengendalikan aliran sungai sehingga mengurangi potensi kerusakan di kawasan hilir saat banjir terjadi.
Menurut Suhaidi, fungsi Sabo Dam tidak hanya sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari sistem perlindungan masyarakat dari ancaman bencana.
"Kita ingin setiap pekerjaan menghasilkan perlindungan yang nyata. Bangunan ini harus kokoh dan berfungsi maksimal. Pekerjaan tidak boleh hanya selesai, tetapi harus memberi jaminan keamanan untuk jangka panjang," katanya.
Setelah meninjau pembangunan Sabo Dam, rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi yang dipersiapkan sebagai kawasan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.
Pemerintah daerah memastikan lahan tersebut berada di luar zona rawan atau zona merah sehingga dinilai aman untuk pembangunan permukiman baru.
Suhaidi menegaskan relokasi warga harus mempertimbangkan aspek keselamatan jangka panjang, bukan sekadar menyediakan rumah pengganti.
"Masyarakat yang direlokasi harus mendapatkan tempat tinggal yang benar-benar aman dari ancaman bencana, sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan tenang," ujarnya.
Peninjauan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman beserta jajaran sebagai bagian dari evaluasi pembangunan infrastruktur mitigasi bencana dan persiapan kawasan hunian tetap di Kecamatan Pining.
Baca Juga:
