SWIPE UP TO READ

Pemerintah Aceh Usulkan Tambahan Kuota Biosolar dan LPG 3 Kg, Antrean SPBU Jadi Sorotan

Pemerintah Aceh meminta tambahan kuota BBM bersubsidi dan LPG 3 kg ke pusat sambil memperketat pengawasan distribusi.
Rapat Pemeruintah Aceh dengan Pertamina dan jajaran terkait. 

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi jenis Biosolar dan LPG tabung 3 kilogram kepada pemerintah pusat menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU serta keterbatasan pasokan LPG bersubsidi di beberapa daerah.

Usulan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, T. Robby Irza, bersama PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, satuan kerja perangkat Aceh (SKPA), serta instansi vertikal di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (21/7/2026).

Robby mengatakan pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram sesuai kebutuhan.

"Kami ingin memastikan masyarakat Aceh memperoleh akses terhadap BBM bersubsidi dan LPG tabung 3 kilogram dengan mudah dan sesuai kebutuhan. Karena itu, koordinasi seluruh pihak harus terus diperkuat agar distribusi berjalan lancar dan subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak," katanya.

Selain mengusulkan penambahan kuota, Pemerintah Aceh meminta PT Pertamina Patra Niaga menjaga ketersediaan stok serta meningkatkan efektivitas distribusi hingga ke SPBU dan pangkalan.

Menurut Robby, pengawasan penyaluran juga akan diperketat untuk mencegah penyalahgunaan subsidi. Pemerintah Aceh akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, aparat penegak hukum, dan instansi terkait agar distribusi energi bersubsidi tepat sasaran.

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Aceh juga meminta Pertamina melakukan evaluasi terhadap pelayanan di SPBU, mulai dari pengaturan antrean, percepatan proses pengisian BBM, hingga memastikan kecukupan stok di seluruh jaringan distribusi.

Salah satu langkah yang diusulkan ialah penambahan operator di setiap dispenser atau nozzle, terutama pada jam-jam sibuk, agar waktu pelayanan lebih singkat dan antrean kendaraan dapat dikurangi.

Pertamina juga diminta menyampaikan laporan berkala kepada Pemerintah Aceh mengenai kondisi stok, distribusi, dan pelayanan sebagai bahan evaluasi kebijakan.

Di sisi lain, Pemerintah Aceh mengimbau masyarakat menggunakan BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram sesuai peruntukannya serta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan energi bersubsidi sekaligus memastikan distribusinya lebih merata bagi masyarakat yang berhak di seluruh wilayah Aceh.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Pemerintah Aceh Usulkan Tambahan Kuota Biosolar dan LPG 3 Kg, Antrean SPBU Jadi Sorotan
  • Pemerintah Aceh Usulkan Tambahan Kuota Biosolar dan LPG 3 Kg, Antrean SPBU Jadi Sorotan
  • Pemerintah Aceh Usulkan Tambahan Kuota Biosolar dan LPG 3 Kg, Antrean SPBU Jadi Sorotan
  • Pemerintah Aceh Usulkan Tambahan Kuota Biosolar dan LPG 3 Kg, Antrean SPBU Jadi Sorotan
  • Pemerintah Aceh Usulkan Tambahan Kuota Biosolar dan LPG 3 Kg, Antrean SPBU Jadi Sorotan
  • Pemerintah Aceh Usulkan Tambahan Kuota Biosolar dan LPG 3 Kg, Antrean SPBU Jadi Sorotan