Pemerintah Aceh Bangun Dua Jembatan Bailey di Jalur Eks KKA untuk Pulihkan Akses Aceh Utara-Bener Meriah
Dua Jembatan Bailey dibangun melalui dana Pemerintah Aceh untuk memulihkan konektivitas dan distribusi logistik di jalur eks KKA.
BANDA ACEH — Pemerintah Aceh membangun dua unit Jembatan Bailey di ruas jalan eks Kertas Kraft Aceh (KKA) yang menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah. Pembangunan ini dilakukan untuk memulihkan konektivitas pada salah satu jalur strategis yang terdampak kerusakan infrastruktur.
Seluruh pembiayaan pembangunan dan pemasangan jembatan berasal dari anggaran Pemerintah Aceh melalui skema Transfer ke Daerah (TKD). Pelaksanaannya dilakukan melalui kerja sama dengan Kodam Iskandar Muda, serta didukung pemerintah kabupaten dan masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Mawardi, mengatakan pembangunan Jembatan Bailey merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf untuk mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat.
"Pembangunan dua Jembatan Bailey ini sepenuhnya didanai oleh Pemerintah Aceh melalui skema Transfer ke Daerah (TKD). Pelaksanaannya merupakan tindak lanjut arahan Bapak Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melalui kolaborasi dengan Kodam Iskandar Muda agar konektivitas masyarakat dapat segera pulih," kata Mawardi, Minggu (12/7/2026).
Menurut Mawardi, pembangunan jembatan menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi yang sebelumnya mengganggu mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh menyediakan anggaran, sedangkan Kodam Iskandar Muda bertanggung jawab melaksanakan pemasangan Jembatan Bailey berdasarkan hasil koordinasi kedua pihak.
"Sinergi ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mempercepat penanganan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.
Dua Jembatan Bailey tersebut dibangun di Kampung Bintang Permata dan Kampung Bintang Bener, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah. Salah satu jembatan memiliki bentang sekitar 42 meter dengan lebar 4 meter dan akan menjadi penghubung utama di ruas jalan eks KKA.
Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap awal berupa pembersihan lokasi, persiapan fondasi, dan penyiapan material. Proses tersebut dikerjakan personel Kodam Iskandar Muda bersama masyarakat setempat.
Pemerintah Aceh menargetkan pembangunan jembatan dapat mempercepat pemulihan akses transportasi, memperlancar distribusi hasil pertanian dan logistik, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Aceh Utara dan Bener Meriah yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.
Baca Juga:
