Muswil Perempuan Bangsa Aceh Digelar, Fokus Perkuat Kaderisasi dan Pilih Kepengurusan Baru
Muswil Perempuan Bangsa Aceh membahas penguatan kaderisasi, memilih kepengurusan baru, dan menyusun arah organisasi ke depan.
BANDA ACEH – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Aceh menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) sebagai forum untuk mengevaluasi program kerja, memilih kepengurusan baru, sekaligus memperkuat kaderisasi organisasi di tingkat provinsi.
Muswil yang berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Minggu, 12 Juli 2026, dihadiri jajaran pengurus daerah, kader, serta perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perempuan Bangsa. Kegiatan dibuka Bendahara Umum DPP Perempuan Bangsa yang juga anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB, Ratna Juwita.
Ratna mengatakan Muswil menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi agar mampu melahirkan kader perempuan yang memiliki kapasitas, integritas, dan kepemimpinan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Menurut dia, organisasi perempuan tidak cukup hanya menjalankan aktivitas internal, tetapi juga harus hadir memberikan kontribusi dalam bidang politik, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
"Perempuan Bangsa harus menjadi ruang pengabdian yang melahirkan perempuan-perempuan pemimpin yang mampu memberi manfaat bagi bangsa dan negara. Konsolidasi organisasi harus terus diperkuat hingga ke tingkat akar rumput agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat," kata Ratna.
Ia juga mengajak seluruh kader meningkatkan kualitas diri, memperkuat kolaborasi, dan membangun kepemimpinan yang adaptif tanpa meninggalkan nilai kebangsaan dan keislaman yang menjadi dasar organisasi.
Ketua DPW Perempuan Bangsa Aceh, Wanti Cahya, mengatakan Muswil menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menyusun agenda organisasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain membahas program kerja, Muswil juga mengagendakan pemilihan kepengurusan baru yang diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan, memperkuat kaderisasi, dan memperluas peran organisasi di Aceh.
"Muswil ini diharapkan menghasilkan kepengurusan yang solid, mampu memperkuat kaderisasi, serta meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan Aceh dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Wanti.
Ia menambahkan, Perempuan Bangsa Aceh akan terus mendorong peningkatan partisipasi perempuan melalui program pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendidikan politik.
Dukungan terhadap penguatan organisasi juga disampaikan Sekretaris Wilayah DPW PKB Aceh, Tgk. H. Mujlisal. Menurut dia, Perempuan Bangsa memiliki posisi strategis sebagai organisasi sayap PKB dalam menyiapkan kader perempuan yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Ia menilai organisasi tersebut selama ini tidak hanya berperan dalam aktivitas politik, tetapi juga aktif menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Muswil diharapkan menghasilkan rekomendasi organisasi yang menjadi dasar penyusunan program kerja sekaligus memperkuat sinergi Perempuan Bangsa dengan PKB dalam mendorong pembangunan Aceh yang lebih inklusif dan meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan kebijakan publik.
Baca Juga: