SWIPE UP TO READ

KKP Targetkan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Kembali Berproduksi Akhir Agustus

Rehabilitasi tambak rusak ringan dipercepat, petambak juga menerima bantuan benih udang dan pakan agar segera kembali berusaha.

PIDIE JAYA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan 745 hektare tambak di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kembali berproduksi paling lambat akhir Agustus 2026. Tambak tersebut merupakan kawasan yang mengalami kerusakan ringan akibat bencana hidrometeorologi.

Target itu dibarengi dengan penyaluran bantuan benih udang dan pakan kepada petambak agar lahan yang telah direhabilitasi dapat langsung dimanfaatkan untuk memulai kembali usaha budidaya.

Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura mengatakan pemerintah memprioritaskan percepatan pemulihan tambak yang masih memungkinkan segera dioperasikan kembali.

"Kami tidak hanya fokus merehabilitasi tambak, tetapi memastikan masyarakat bisa kembali beroperasi. Karena itu, selain rehabilitasi kami juga memberikan bantuan sarana produksi berupa benih dan pakan agar tambak dapat langsung dimanfaatkan kembali," kata Andy saat menyalurkan bantuan dan melakukan tebar benih udang di Desa Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (24/7/2026).

Menurut Andy, dari sekitar 1.700 hektare kawasan tambak di Pidie Jaya, sekitar 745 hektare mengalami kerusakan ringan, sedangkan sisanya mengalami kerusakan sedang hingga berat. KKP memusatkan penanganan tahap awal pada tambak yang lebih cepat dipulihkan agar aktivitas ekonomi masyarakat pesisir segera berjalan kembali.

Program rehabilitasi tersebut dilaksanakan melalui kerja sama KKP dengan Komisi IV DPR RI, Pemerintah Aceh, dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.

Andy mengatakan seluruh tambak yang selesai direhabilitasi akan langsung menerima bantuan benih udang dan pakan sehingga petambak tidak perlu menunggu lebih lama untuk memulai siklus budidaya.

KKP juga akan menugaskan penyuluh perikanan bersama dinas terkait mendampingi petambak selama proses budidaya hingga masa panen.

"Kami ingin memastikan kegiatan budidaya berjalan dengan baik hingga masyarakat bisa panen dan memperoleh pendapatan," ujarnya.

Berdasarkan perhitungan KKP, setiap hektare tambak diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 600 kilogram udang dalam satu siklus budidaya. Dengan asumsi harga jual rata-rata Rp50 ribu per kilogram, omzet petambak diproyeksikan mencapai sekitar Rp30 juta per hektare setiap siklus yang berlangsung sekitar tiga bulan.

Setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp15 juta, petambak diperkirakan masih memperoleh keuntungan yang dinilai cukup untuk menghidupkan kembali usaha dan menopang ekonomi keluarga.

Andy menegaskan seluruh bantuan rehabilitasi maupun sarana produksi diberikan tanpa dipungut biaya.

"Kami pastikan tidak ada pungutan apa pun dalam program ini. Fokus kami adalah memberdayakan masyarakat agar benar-benar pulih, kembali bekerja, dan mengoperasikan tambaknya," katanya.

Ia menambahkan percepatan pemulihan tambak didukung refocusing anggaran KKP serta dukungan Komisi IV DPR RI sehingga pelaksanaannya dapat dilakukan tanpa menunggu proses pencairan anggaran rehabilitasi yang masih berjalan.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • KKP Targetkan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Kembali Berproduksi Akhir Agustus
  • KKP Targetkan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Kembali Berproduksi Akhir Agustus
  • KKP Targetkan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Kembali Berproduksi Akhir Agustus
  • KKP Targetkan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Kembali Berproduksi Akhir Agustus
  • KKP Targetkan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Kembali Berproduksi Akhir Agustus
  • KKP Targetkan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Kembali Berproduksi Akhir Agustus