Kesaksian Perdana Ketua The Fed dan Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Pasar Global Pekan Ini
Investor menanti data inflasi AS dan pernyataan Ketua The Fed untuk membaca arah suku bunga serta prospek ekonomi global.
![]() |
| ILUSTRASI. Gedung Federal Reserve (The Fed) (Leah Millis/REUTERS) |
JAKARTA – Pelaku pasar global memasuki pekan yang dipenuhi agenda penting, dengan perhatian tertuju pada kesaksian perdana Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh di Kongres Amerika Serikat dan rilis data inflasi yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Berdasarkan laporan Bloomberg, Warsh dijadwalkan memberikan keterangan di Komite Jasa Keuangan DPR AS pada Selasa, 15 Juli 2026 waktu setempat, beberapa jam setelah pemerintah merilis data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Juni. Sehari kemudian, ia kembali memberikan kesaksian di Senat setelah terbit data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI).
Kombinasi dua agenda tersebut dipandang sebagai indikator penting bagi investor untuk mengukur apakah tekanan inflasi mulai mereda atau justru kembali meningkat.
Survei Bloomberg memperkirakan inflasi Amerika Serikat melambat setelah kenaikan harga pada Maret hingga Mei. Penurunan harga bahan bakar diperkirakan mendorong indeks harga konsumen mencatat penurunan bulanan pertama sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020.
Namun, tekanan harga di tingkat produsen diperkirakan masih bertahan. Kenaikan biaya energi akibat konflik di Iran dinilai masih membebani rantai pasok sehingga inflasi inti produsen secara tahunan diproyeksikan meningkat menjadi 5,2 persen dari sebelumnya 4,9 persen.
Meski demikian, pasar belum memperkirakan The Fed akan segera menaikkan suku bunga. Bloomberg Economics memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli masih sekitar 24 persen.
Peluang tersebut diperkirakan hanya meningkat apabila inflasi jauh melampaui proyeksi dan Warsh menyampaikan sinyal kebijakan moneter yang lebih agresif. Hingga saat ini, skenario tersebut dinilai belum menjadi ekspektasi utama pasar.
Selain Warsh, sejumlah pejabat The Fed juga dijadwalkan menyampaikan pandangan mereka sepanjang pekan, di antaranya Gubernur Christopher Waller, Presiden The Fed New York John Williams, Gubernur Lisa Cook, Wakil Ketua Philip Jefferson, Presiden The Fed Dallas Lorie Logan, dan Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid.
Amerika Serikat juga akan merilis sejumlah indikator ekonomi lain, seperti penjualan ritel, produksi industri, pembangunan rumah baru, dan indeks sentimen konsumen yang akan memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi domestik.
Di luar Amerika Serikat, perhatian investor juga mengarah ke Kanada. Bank of Canada diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25 persen di tengah dilema antara perlambatan inflasi dan kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, Asia akan diwarnai keputusan suku bunga Bank of Korea dan rilis produk domestik bruto (PDB) China kuartal II. Bank sentral Korea Selatan diperkirakan menaikkan suku bunga menjadi 2,75 persen, sedangkan ekonomi China diproyeksikan tumbuh 4,5 persen secara tahunan atau lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya.
Di Eropa, pelaku pasar akan mencermati data pertumbuhan ekonomi Inggris, pidato Menteri Keuangan Rachel Reeves dan Gubernur Bank of England Andrew Bailey, serta sejumlah indikator ekonomi kawasan euro.
Adapun di Amerika Latin, Argentina diperkirakan kembali mencatat perlambatan inflasi, sementara Brasil dan Peru akan merilis data ekonomi yang menjadi acuan investor dalam menilai prospek pertumbuhan kawasan.
Padatnya agenda ekonomi dan kebijakan moneter sepanjang pekan diperkirakan akan menentukan arah pergerakan pasar keuangan global, terutama jika data inflasi Amerika Serikat memberikan sinyal baru mengenai langkah The Fed terhadap suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga:
