Karhutla Meluas ke Empat Kecamatan di Aceh Barat, 12,5 Hektare Lahan Terbakar
BPBD masih berupaya memadamkan api di sejumlah titik. Angin kencang dan minimnya sumber air menjadi kendala utama.
MEULABOH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat meluas ke empat kecamatan dengan total area terdampak sekitar 12,5 hektare. Hingga Selasa, 21 Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat bersama tim gabungan masih berupaya memadamkan api di sejumlah lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, T. Ronald Nehdiansyah, mengatakan kebakaran tersebar di Kecamatan Meureubo, Samatiga, Johan Pahlawan, dan Woyla Barat.
"Tim BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemadaman dan penyekatan agar api tidak meluas ke kawasan lain maupun permukiman warga," kata Ronald, Selasa, 21 Juli 2026.
Karhutla pertama dilaporkan terjadi di Gampong Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, pada 17 Juli 2026. Setelah itu, titik api muncul di kawasan Ujong Beurasok, Gampong Lapang, yang berbatasan dengan Gampong Cot Seumeureng. Pada 20 Juli 2026, kebakaran kembali dilaporkan di Gampong Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat.
Berdasarkan data BPBD, luas lahan yang terbakar meliputi sekitar 0,5 hektare di Gampong Gunong Kleng, 4 hektare di Gampong Cot Seumeureng, 3 hektare di Gampong Paya Lumpat, 1 hektare di Gampong Lapang, 2 hektare di Gampong Leuhan, dan 2 hektare di Gampong Blang Luah.
BPBD mencatat kebakaran di Gampong Gunong Kleng telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Sementara itu, proses pemadaman di Gampong Cot Seumeureng, Paya Lumpat, Lapang, dan Leuhan baru mencapai sekitar 50 persen. Adapun titik api di Gampong Blang Luah masih dalam proses penanganan.
Ronald mengatakan penyebab kebakaran masih diselidiki. Selain menghanguskan vegetasi, kebakaran juga menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi.
Petugas menghadapi sejumlah kendala selama operasi pemadaman, terutama keterbatasan sumber air serta angin kencang yang mempercepat penyebaran api.
Operasi penanganan melibatkan BPBD Aceh Barat, Pos Damkar Meureubo, Pos Damkar Woyla dan Arongan, TNI, Polri, masyarakat, serta relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar. Tim didukung kendaraan operasional, mesin pompa air, dan peralatan pemadam.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar kebakaran tidak meluas.
Baca Juga:
