SWIPE UP TO READ

Jembatan Gantung 248 Meter di Aceh Tenggara Ditargetkan Rampung Agustus, Hubungkan 15 Ribu Warga

Jembatan di atas Sungai Alas akan menghubungkan Kecamatan Badar dan Darul Hasanah serta mempermudah akses sekitar dua kecamatan.

ACEH TENGGARA – TNI Angkatan Darat menargetkan pembangunan jembatan gantung perintis sepanjang 248 meter di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, rampung pada Agustus 2026. Jembatan yang membentang di atas Sungai Alas itu diproyeksikan menjadi akses utama bagi sekitar 15 ribu warga di dua kecamatan.

Komandan Subsatgas Jembatan sekaligus Danrindam Iskandar Muda, Brigjen TNI Ali Imran, mengatakan progres pembangunan terus dipercepat agar jembatan segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

"Jembatan di Sekrak, Aceh Tamiang, panjangnya 240 meter. Jembatan ini lebih panjang, mencapai 248 meter. Kami targetkan pekerjaannya selesai bulan depan, mudah-mudahan Agustus sudah rampung," kata Ali Imran saat meninjau lokasi proyek, Ahad (12/7/2026).

Menurut dia, jembatan tersebut dibangun untuk membuka akses yang sebelumnya belum tersedia bagi masyarakat di kawasan itu. Kondisi Sungai Alas yang melebar akibat banjir dan longsor pada akhir 2025 membuat mobilitas warga semakin sulit.

Jembatan akan menghubungkan Desa Kumbang Jaya di Kecamatan Badar dengan Desa Gulo di Kecamatan Darul Hasanah.

Ali Imran menyebut keberadaan jembatan itu diharapkan mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, layanan publik, hingga pemulihan ekonomi pascabencana.

"Penduduk Kecamatan Darul Hasanah sekitar 15 ribu jiwa. Infrastruktur ini sangat dibutuhkan agar aktivitas masyarakat kembali lancar," ujarnya.

Ia menambahkan pembangunan jembatan merupakan bagian dari program percepatan pemulihan infrastruktur di daerah terdampak bencana yang dijalankan TNI AD sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Sementara itu, Komandan Kodim 0108/Aceh Tenggara Letkol Czi Arya Murdyantoro mengatakan pengerjaan fisik terus dilakukan meski menghadapi medan yang sulit.

Menurut Arya, akses menuju lokasi proyek menjadi salah satu tantangan utama karena berada di kawasan yang cukup terpencil.

"Pengerjaan tetap kami percepat. Kendala utama adalah akses menuju lokasi yang cukup jauh dan sulit dijangkau, tetapi personel di lapangan tetap bekerja agar target penyelesaian dapat tercapai," katanya.

Pembangunan jembatan dilakukan melalui kerja sama personel Kodim 0108/Aceh Tenggara dengan masyarakat setempat. Setelah selesai, jembatan tersebut diharapkan menjadi jalur penghubung yang memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Jembatan Gantung 248 Meter di Aceh Tenggara Ditargetkan Rampung Agustus, Hubungkan 15 Ribu Warga
  • Jembatan Gantung 248 Meter di Aceh Tenggara Ditargetkan Rampung Agustus, Hubungkan 15 Ribu Warga
  • Jembatan Gantung 248 Meter di Aceh Tenggara Ditargetkan Rampung Agustus, Hubungkan 15 Ribu Warga
  • Jembatan Gantung 248 Meter di Aceh Tenggara Ditargetkan Rampung Agustus, Hubungkan 15 Ribu Warga
  • Jembatan Gantung 248 Meter di Aceh Tenggara Ditargetkan Rampung Agustus, Hubungkan 15 Ribu Warga
  • Jembatan Gantung 248 Meter di Aceh Tenggara Ditargetkan Rampung Agustus, Hubungkan 15 Ribu Warga