Jalan Peureulak–Lokop Mulai Pulih, Pemerintah Aceh Kebut Perbaikan Tiga Jembatan Putus
Pemerintah Aceh mempercepat pemulihan akses Aceh Timur–Gayo Lues pascabanjir. Tiga jembatan putus ditargetkan segera berfungsi.
![]() |
| Kepala Dinas PUPR Aceh, Mawardi Meninjau Pembangunan Jembatan(Foto :Dok Humas Prov Aceh) |
BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mempercepat pemulihan akses Jalan Peureulak–Lokop hingga Gayo Lues yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Perbaikan difokuskan pada tiga jembatan yang terputus serta sejumlah ruas jalan yang sempat kembali rusak akibat banjir susulan.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem memastikan penanganan dampak bencana terus dilakukan. Menurut dia, proses pemulihan infrastruktur berjalan secara maksimal dan perkembangannya dipantau secara berkala.
“Semuanya all out, informasi penanganan disampaikan secara terbuka kepada publik,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Sabtu, 18 Juli 2026.
Saat mengikuti Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Lombok pada 15–16 Juli 2026, Mualem disebut terus memantau perkembangan penanganan bencana di Aceh. Ia meminta Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun menyampaikan laporan terbaru mengenai progres perbaikan jalan dan jembatan yang menghubungkan Aceh Timur dengan Gayo Lues.
Sekda kemudian menugaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Mawardi, meninjau langsung lokasi pekerjaan di kawasan Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur.
Dalam laporan video yang dikirimkan kepada gubernur, Mawardi menyebut pembangunan jembatan Bailey di Lokop menjadi prioritas pertama.
“Jembatan ini kerja sama Pemerintah Aceh dan Kodam Iskandar Muda. Ini titik pertama yang kita kerjakan dari tiga titik yang terputus. Insya Allah dalam minggu ini sudah operasional jembatannya,” kata Mawardi.
Setelah jembatan di Lokop selesai, pemerintah akan melanjutkan perbaikan dua jembatan lainnya yang juga putus akibat bencana.
Selain jembatan, perbaikan dilakukan pada sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur utama menuju Gayo Lues. Mawardi mengatakan beberapa ruas yang sebelumnya telah diperbaiki kembali mengalami kerusakan akibat banjir susulan sehingga harus dikerjakan ulang.
“Jalan ini sudah pernah kita perbaiki setelah bencana, kemudian terputus lagi ketika terjadi banjir susulan,” ujarnya.
Menurut Mawardi, tim PUPR telah berada di lokasi sejak awal Juli 2026 untuk mempercepat pekerjaan setelah survei lapangan dilakukan pada Maret lalu. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membuka kembali akses transportasi di kawasan tersebut.
Jalan Peureulak–Lokop merupakan jalur strategis yang menghubungkan Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Lues. Sebelum diterjang banjir bandang dan longsor pada akhir 2025, ruas ini menjadi akses utama masyarakat sekaligus jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Lokop juga dikenal sebagai kawasan wisata alam di Aceh Timur, antara lain Sungai Lokop dan Air Terjun Terujak yang pernah meraih penghargaan Surga Tersembunyi Terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia.
Saat ini Pemerintah Aceh masih berada pada tahap transisi dari masa tanggap darurat menuju pemulihan pascabencana. Selain memperbaiki jalan dan jembatan, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan hunian sementara, rehabilitasi lahan terdampak, serta pemulihan sektor ekonomi masyarakat, termasuk persawahan yang rusak akibat banjir.
Baca Juga:
