Hutama Karya Percepat Perbaikan Jalan Pascabencana di Aceh, Sejumlah Ruas Ditargetkan Berfungsi Agustus 2026
Perbaikan jalan dan jembatan terdampak longsor di tiga ruas nasional Aceh dikebut untuk memulihkan konektivitas masyarakat.
![]() |
| Sejumlah alat berat dikerahkan untuk melakukan pekerjaan penanganan infrastruktur pada salah satu ruas jalan terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh |
BANDA ACEH – PT Hutama Karya (Persero) mempercepat perbaikan jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Aceh. Sejumlah titik prioritas pada tiga ruas jalan nasional ditargetkan mulai berfungsi pada Agustus 2026 guna memulihkan akses transportasi masyarakat.
Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan percepatan penanganan dilakukan sebagai bagian dari proyek tanggap darurat infrastruktur di wilayah terdampak bencana.
"Melalui berbagai proyek penanganan tanggap darurat di Sumatra, kami berharap konektivitas masyarakat dapat segera pulih serta memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap risiko bencana di masa mendatang," kata Hamdani, Kamis, 23 Juli 2026.
Di Aceh, Hutama Karya menangani proyek pada Ruas PPK 3.3 Aceh, Ruas PPK 3.4 Batas Gayo Lues–Blangkejeren, serta Ruas PPK 3.5 Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane.
Pekerjaan meliputi pembangunan dinding penahan tanah, box culvert, buis beton, bored pile, jembatan rangka baja, hingga perlindungan lereng di sejumlah titik longsor.
Pada Ruas PPK 3.3 Aceh, progres pekerjaan hingga Juni 2026 mencapai 30,46 persen. Penanganan dilakukan di 26 titik longsor dan dua titik jembatan. Sejumlah lokasi prioritas telah selesai, sedangkan titik lainnya ditargetkan dapat difungsikan secara bertahap mulai Agustus 2026.
Sementara itu, progres pekerjaan di Ruas PPK 3.4 Batas Gayo Lues–Blangkejeren mencapai 22,41 persen. Penanganan dilakukan di 23 titik pada ruas Aceh Tengah–Blangkejeren dan Blangkejeren–Aceh Tenggara melalui pemasangan buis beton, beton siklop, dinding penahan tanah, serta timbunan pilihan untuk memperkuat badan jalan dan lereng.
Beberapa titik prioritas, seperti Palok dan Ramung, juga ditargetkan mulai difungsikan pada Agustus 2026.
Adapun pada Ruas PPK 3.5 Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, progres pekerjaan hingga pekan kedua Juli 2026 telah mencapai 43 persen. Penanganan dilakukan pada enam titik yang terdiri atas dua jembatan dan empat titik longsor, termasuk Jembatan Lawe Mengkudu.
Menurut Hamdani, pekerjaan utama seperti pembangunan box culvert, soldier pile, bored pile, dinding penahan tanah, serta timbunan berjalan sesuai tahapan pelaksanaan.
Ia mengatakan proyek tersebut tidak hanya bertujuan memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi logistik, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat ketahanan jaringan transportasi terhadap bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
"Hutama Karya akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, tangguh terhadap bencana, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Baca Juga:
