Etomidate Cair Diselundupkan Lewat Paket Sampo, Polisi Bongkar Tempat Perakitan di PIK
Kasus terungkap dari paket cairan etomidate yang disamarkan sebagai sampo. Polisi menyita ribuan cartridge kosong.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang warga negara Singapura berinisial LHM yang diduga berperan meracik cairan etomidate ke dalam cartridge siap edar. Penyidik juga menyita ribuan cartridge kosong beserta sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan kasus itu bermula dari penindakan terhadap paket kiriman yang diduga berisi cairan etomidate. Hasil pengembangan kemudian mengarah ke sebuah rumah di kawasan PIK.
"Dari hasil pengembangan, kami menemukan ribuan cartridge yang telah dipersiapkan untuk produksi massal. Saat ini penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap jaringan yang terlibat serta peran masing-masing pelaku," kata Wisnu, mengutip CNNIndonesia, Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurut Wisnu, penyidik masih mendalami lamanya aktivitas perakitan tersebut berlangsung, termasuk jumlah cartridge yang diduga telah diproduksi maupun diedarkan.
Berdasarkan penyelidikan sementara, sekitar dua liter cairan etomidate diperkirakan dapat diolah menjadi hampir 2.000 cartridge siap edar. Namun, angka tersebut masih berupa estimasi dan akan dipastikan melalui proses penyidikan.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang menjelaskan pengungkapan bermula dari pemeriksaan terhadap paket kiriman yang berisi dua botol cairan etomidate dengan berat bruto sekitar 2.200 gram.
Untuk mengelabui petugas, cairan tersebut disamarkan dalam kemasan sampo. Petugas kemudian menerapkan metode control delivery, yakni membiarkan paket dikirim ke alamat tujuan di bawah pengawasan guna mengungkap penerima dan lokasi perakitan.
"Dari hasil control delivery, kami bersama Polres Bandara Soekarno-Hatta menemukan lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat perakitan cartridge etomidate. Di lokasi tersebut ditemukan cartridge kosong dan berbagai peralatan yang digunakan untuk mengisi cairan etomidate ke dalam cartridge," ujar Hengky.
Ia mengatakan modus ini berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya. Jika sebelumnya cartridge berisi etomidate dibawa langsung oleh penumpang dari luar negeri, kali ini pelaku diduga mengirim bahan baku cair melalui perusahaan jasa titipan, sementara cartridge kosong didatangkan melalui jalur berbeda sebelum dirakit di Indonesia.
"Hasil penyelidikan sementara, bahan baku etomidate diketahui berasal dari Malaysia dan dikirim melalui salah satu perusahaan jasa titipan yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta," kata Hengky.
Hingga kini, penyidik masih mengembangkan perkara tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain, jaringan distribusi, serta asal-usul pasokan etomidate yang diduga berasal dari luar negeri.
Polisi belum menyampaikan secara rinci pasal yang disangkakan kepada terduga pelaku. Proses penyidikan masih berlangsung untuk melengkapi alat bukti dan mengungkap seluruh jaringan yang diduga terlibat.
Baca Juga:
