AS Disebut Serang Tujuh Kota di Iran, Teheran Balas Sasar Pangkalan Militer Amerika di Teluk
Iran mengklaim sejumlah kota diserang AS, sementara Garda Revolusi meluncurkan serangan ke fasilitas militer Amerika di Qatar, Oman, dan Bahrain.
![]() |
| Gambar ilustrasi perang |
TAHERAN - Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Pemerintah Iran menyatakan sedikitnya tujuh kota di negara itu menjadi sasaran serangan militer AS pada Minggu, 12 Juli 2026. Sebagai balasan, Teheran mengklaim melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengutip pejabat Provinsi Bushehr, melaporkan serangan AS menghantam lima kota di provinsi tersebut, yakni Asaluyeh, Dir, Bushehr, Dashti, dan Tangestan.
Menurut pejabat setempat, Provinsi Bushehr yang berada di pesisir selatan Iran telah beberapa kali menjadi sasaran serangan sejak konflik terbaru pecah. Wilayah itu juga menjadi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, meski belum ada laporan yang menyebut fasilitas nuklir tersebut terkena dampak langsung.
Selain Bushehr, IRNA melaporkan serangan juga terjadi di wilayah pinggiran Kota Veysian, Provinsi Lorestan, serta di Khondab, Iran bagian barat. Wakil pejabat urusan politik, keamanan, dan sosial Provinsi Lorestan, Saeed Pourali, mengatakan tidak ada korban jiwa akibat serangan di Veysian dan situasi telah kembali normal.
Sementara itu, seorang pejabat di Khondab menyebut wilayah tersebut dihantam "proyektil musuh" pada Minggu pagi. Hingga kini, otoritas Iran masih melakukan pendataan terkait kemungkinan korban maupun kerusakan.
Di sisi lain, media pemerintah Iran, IRIB, menyatakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang menjadi salah satu pangkalan militer utama Amerika Serikat di kawasan Teluk.
IRIB juga mengklaim IRGC menyerang fasilitas logistik angkatan laut Amerika Serikat dan infrastruktur pendukung kapal induk di Pelabuhan Duqm, Oman.
Di Kuwait, militer Iran mengklaim mengerahkan pesawat nirawak pengintai untuk menyasar aset pertahanan Amerika Serikat, termasuk sistem rudal Patriot. Sementara di Bahrain, yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS, Iran mengaku menargetkan sistem komunikasi dan radar militer Amerika.
Pemerintah Qatar dan Kuwait menyatakan berhasil mencegat serangan udara yang mengarah ke wilayah mereka pada Minggu pagi waktu setempat. Di Bahrain, sirene peringatan sempat dibunyikan dan otoritas meminta warga segera menuju lokasi perlindungan.
Iran juga mengklaim menyerang infrastruktur militer di Pangkalan Udara Pangeran Hassan, Yordania, termasuk hanggar penyimpanan pesawat nirawak.
Konflik terbaru antara kedua negara meningkat setelah IRGC menembaki kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz pada Sabtu, 11 Juli 2026. Iran menyatakan tindakan itu dilakukan karena kapal tersebut diduga melanggar jalur pelayaran yang telah ditetapkan. Insiden itu kemudian diikuti serangan militer Amerika Serikat ke wilayah Iran pada Minggu dini hari waktu Teheran.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat yang mengonfirmasi klaim Iran mengenai serangan terhadap tujuh kota maupun serangan balasan ke fasilitas militer AS di kawasan Teluk. Klaim kedua belah pihak juga belum dapat diverifikasi secara independen.
Baca Juga:
