Tradisi 37 Tahun Berlanjut, Santunan Anak Yatim di Matangkuli Tembus Rp318 Juta
Sebanyak 286 anak yatim menerima santunan Rp1 juta per orang. Sejumlah penerima lama kini kembali sebagai donatur dalam tradisi Asyura.

ACEH UTARA — Tradisi menyantuni anak yatim setiap 10 Muharam di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, kembali digelar. Tahun ini, panitia berhasil menghimpun donasi sebesar Rp318.257.000 dari 1.117 donatur, lalu menyalurkannya kepada 286 anak yatim.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Besar Al-Khalifah Ibrahim, Kamis, 25 Juni 2026, telah berlangsung secara rutin sejak 1989. Jumlah penerima santunan tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 272 anak.
Setiap anak menerima santunan tunai sebesar Rp1 juta, meningkat dari Rp850 ribu pada tahun sebelumnya. Selain itu, mereka juga memperoleh satu lembar kain sarung.
Salah satu momen yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan tahun ini adalah hadirnya sejumlah mantan penerima santunan yang kini kembali sebagai donatur.
"Di antara 1.117 penyumbang, ada yang 10 hingga 20 tahun lalu merupakan penerima santunan. Kini mereka telah menjadi pengusaha, dokter, dan profesi lainnya. Mereka kembali untuk berbagi kepada anak-anak yang mengalami kondisi seperti yang pernah mereka rasakan," kata perwakilan panitia, Ja'far Sulaiman.
Panitia menyebut keberhasilan penggalangan dana tidak lepas dari dukungan masyarakat, perantau, serta diaspora Matangkuli di berbagai daerah, termasuk Malaysia.
Forum Geuchik se-Kecamatan Matangkuli juga berkontribusi melalui alokasi dana sebesar Rp1 juta dari APBG masing-masing gampong. Selain itu, sejumlah tokoh dan pelaku usaha turut memberikan bantuan, termasuk sumbangan 280 lembar kain sarung.
Ja'far mengatakan panitia tetap mempertahankan tradisi membacakan daftar penyumbang di masjid sebagai bentuk transparansi pengelolaan dana masyarakat.
"Pembacaan daftar donatur merupakan bentuk pertanggungjawaban kami atas amanah yang diberikan masyarakat," ujarnya.
Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menilai kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya kepedulian sosial masyarakat Matangkuli. Ia berharap tradisi yang telah berlangsung selama hampir empat dekade itu dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan lain di Aceh Utara.
Menurut Tarmizi, kegiatan keagamaan yang memberi manfaat langsung kepada anak yatim patut terus dipertahankan dan mendapat dukungan berbagai pihak.
Baca Juga: