Sungai Jambo Aye Tercemar, Warga Minta Pemerintah Bertindak
Masyarakat meminta pemerintah segera turun tangan karena sungai tersebut masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci.
![]() |
| Tumpukan sampah terlihat di bantaran Sungai Jambo Aye, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Senin (8/6/2026). FOTO: Abdul Rafar/PaseSatu. |
ACEH UTARA – Aliran Sungai Jambo Aye yang selama puluhan tahun menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Kecamatan Tanah Jambo Aye kini menghadapi persoalan serius. Tumpukan sampah dan dugaan pencemaran di sejumlah titik aliran sungai memunculkan kekhawatiran warga yang masih bergantung pada sungai tersebut untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Pantauan di kawasan bantaran Sungai Jambo Aye, Senin, 8 Juni 2026, memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Sampah rumah tangga tampak berserakan di beberapa bagian tepian sungai, sementara sebagian material limbah terlihat terbawa arus dan mengendap di sejumlah lokasi.
Bagi masyarakat setempat, kondisi itu bukan sekadar persoalan kebersihan lingkungan. Sungai Jambo Aye masih menjadi ruang hidup yang digunakan untuk mandi, mencuci, hingga berbagai aktivitas rumah tangga lainnya.
“Air sungai ini memang tidak kami minum, tetapi kami masih mandi dan mencuci di sana,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka menilai kualitas lingkungan sungai terus menurun dalam beberapa tahun terakhir akibat meningkatnya pembuangan sampah dan limbah ke aliran sungai.
Padahal, Sungai Jambo Aye selama ini memiliki peran penting bagi masyarakat di kawasan pesisir timur Aceh Utara. Selain menjadi sumber penunjang aktivitas harian, sungai tersebut juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi warga yang bermukim di sepanjang bantaran.
Kondisi yang semakin memprihatinkan membuat masyarakat khawatir terhadap dampak jangka panjang yang dapat ditimbulkan. Selain berpotensi merusak ekosistem sungai, pencemaran juga dikhawatirkan memengaruhi kesehatan masyarakat yang masih memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan tertentu.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut. Tidak hanya membersihkan kawasan yang telah tercemar, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembuangan sampah dan limbah ke badan sungai.
“Kalau tidak bisa membersihkan sungai kami, jangan kotori sungai kami,” kata seorang warga dengan nada kecewa.
Menurut warga, persoalan pencemaran tidak dapat diselesaikan hanya dengan kegiatan pembersihan sesaat. Diperlukan pengawasan yang berkelanjutan, penegakan aturan terhadap pelaku pencemaran, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Masyarakat juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi Sungai Jambo Aye secara menyeluruh. Dengan demikian, langkah penanganan yang dilakukan dapat sesuai dengan kondisi riil yang dihadapi masyarakat.
Bagi warga, menjaga Sungai Jambo Aye bukan hanya soal melestarikan lingkungan. Lebih dari itu, sungai tersebut merupakan bagian dari warisan alam yang menopang kehidupan masyarakat sejak generasi ke generasi.
Karena itu, mereka berharap seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga kebersihan sungai. Sebab, jika pencemaran terus dibiarkan, yang terancam bukan hanya kualitas lingkungan, tetapi juga masa depan masyarakat yang hidup di sekitarnya.
Baca Juga:

