Lhokseumawe Perkuat Kemitraan Kemanusiaan, Islamic Relief Siapkan Tambahan 20 Rumah untuk Dhuafa
LHOKSEUMAWE – Upaya memperluas jangkauan program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Salah satunya melalui penguatan kerja sama dengan Islamic Relief Indonesia yang selama ini terlibat dalam berbagai program sosial bagi masyarakat kurang mampu.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan antara Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., dan Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. Tgk. H. Damanhur Abbas, Lc., M.A., dengan jajaran Islamic Relief Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi ruang evaluasi atas sejumlah program yang telah berjalan sekaligus membahas rencana keberlanjutan program pada masa mendatang.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi keluarga yatim dan dhuafa. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Kota Lhokseumawe dalam membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak.
Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama tersebut telah menghasilkan pembangunan 50 unit rumah tipe 36 tahan gempa yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu. Pembangunan dilakukan dalam dua tahap, yakni 22 unit pada tahap pertama dan 28 unit pada tahap kedua.
Bagi sebagian penerima manfaat, rumah-rumah tersebut bukan sekadar bangunan fisik. Kehadirannya menjadi simbol harapan baru bagi keluarga yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan dan menempati hunian yang tidak memenuhi standar kelayakan.
Keberhasilan program itu mendorong kedua lembaga untuk melanjutkan kolaborasi. Saat ini, Islamic Relief Indonesia bersama Baitul Mal Kota Lhokseumawe tengah mempersiapkan pembangunan 20 unit rumah tambahan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Rencana tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan rumah layak huni bagi kelompok rentan masih cukup tinggi. Melalui program lanjutan itu, pemerintah daerah berharap semakin banyak keluarga miskin yang dapat menikmati lingkungan tempat tinggal yang sehat, aman, dan mendukung peningkatan kualitas hidup.
Kerja sama antara Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Kota Lhokseumawe tidak hanya terbatas pada sektor perumahan. Berbagai program sosial dan kemanusiaan juga terus dijalankan secara berkelanjutan.
Pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, misalnya, kedua lembaga kembali melaksanakan program kurban yang menyasar ribuan penerima manfaat. Bantuan tersebut menjangkau fakir miskin, dhuafa, anak yatim, lanjut usia, hingga kelompok masyarakat rentan lainnya yang tersebar di Kota Lhokseumawe dan wilayah sekitarnya.
Program tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi yang telah diberikan, Pemerintah Kota Lhokseumawe menyerahkan apresiasi kepada Islamic Relief Indonesia. Penghargaan itu diterima langsung oleh Nanang Subana Dirja, CEO Islamic Relief Indonesia.
Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menilai kemitraan yang terbangun selama ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga filantropi, dan organisasi kemanusiaan menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Ia berharap kolaborasi yang telah berlangsung dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak program sosial yang dapat diwujudkan di masa mendatang.
“Kerja sama seperti ini menjadi modal penting dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kita berharap semakin banyak keluarga yang terbantu dan semakin banyak program pemberdayaan yang dapat dijalankan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Kota Lhokseumawe,” ujar Sayuti.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan dinilai menjadi salah satu model kerja sama yang efektif. Tidak hanya menghadirkan bantuan jangka pendek, tetapi juga membuka peluang bagi lahirnya program-program berkelanjutan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara lebih menyeluruh.
Baca Juga: