IHSG Anjlok 3,56 Persen Usai Peringatan MSCI, Saham Grup Bakrie dan Prajogo Tertekan
MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang, tetapi membuka peluang evaluasi ulang jika reformasi dinilai belum memadai.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan ditutup merosot 3,56 persen ke level 5.883,88 pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026. Koreksi tajam ini terjadi setelah pelaku pasar mencermati hasil MSCI Annual Market Classification Review yang menyoroti sejumlah persoalan kelayakan investasi di Indonesia.
Sepanjang perdagangan, IHSG kehilangan 217,45 poin. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.171,38 sebelum akhirnya tergelincir ke area 5.876,93.
Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 646 saham ditutup melemah, hanya 103 saham yang menguat, sementara 210 saham bergerak stagnan.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp15,05 triliun dengan volume perdagangan 24,47 miliar saham dan frekuensi transaksi lebih dari 2 juta kali.
Sejumlah saham yang sebelumnya menjadi motor penggerak indeks justru memimpin pelemahan. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 12,57 persen menjadi Rp146 per saham. Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terkoreksi 11,54 persen ke level Rp322.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melemah 10,95 persen menjadi Rp610. Sementara itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 9,55 persen dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 8,22 persen.
Di tengah pelemahan pasar yang meluas, hanya segelintir saham berkapitalisasi besar yang mampu bertahan di zona hijau. Saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 9,09 persen menjadi Rp216, sedangkan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat 1,81 persen ke level Rp1.685.
Tekanan terhadap pasar saham domestik muncul setelah MSCI merilis hasil tinjauan tahunan klasifikasi pasar global. Dalam laporan tersebut, Indonesia masih dipertahankan sebagai Emerging Market atau pasar berkembang.
Namun, MSCI mengungkapkan adanya kekhawatiran dari sejumlah pelaku pasar internasional terkait aspek kelayakan investasi di Indonesia.
Lembaga penyedia indeks global itu mencatat berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan regulator pasar modal Indonesia, mulai dari peningkatan transparansi kepemilikan saham, klasifikasi investor yang lebih rinci, penerapan indikator konsentrasi kepemilikan saham, hingga kenaikan batas minimum free float menjadi 15 persen.
Meski demikian, MSCI menilai efektivitas implementasi berbagai kebijakan tersebut masih perlu dibuktikan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Dalam laporannya, MSCI menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar modal Indonesia hingga evaluasi berikutnya pada November 2026.
Perhatian investor meningkat setelah MSCI memberi sinyal bahwa apabila tidak terdapat kemajuan yang dianggap memadai, lembaga tersebut dapat mempertimbangkan konsultasi untuk mereklasifikasi Indonesia dari pasar berkembang menjadi Frontier Market atau pasar perbatasan.
Bagi pasar keuangan domestik, potensi perubahan status tersebut menjadi isu yang sensitif. Banyak investor institusi global memiliki mandat investasi yang hanya memperbolehkan penempatan dana di negara-negara dengan status Emerging Market.
Apabila status Indonesia diturunkan, sebagian dana investasi asing berpotensi keluar dari pasar saham domestik karena harus menyesuaikan kebijakan investasi mereka.
Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai peringatan MSCI menjadi sentimen negatif utama yang membebani pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.
Menurut mereka, pasar saat ini tidak hanya memperhatikan status Indonesia yang masih dipertahankan sebagai Emerging Market, tetapi juga mencermati pesan yang tersirat dalam evaluasi tersebut, yakni perlunya perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kepercayaan investor global.
Karena itu, perhatian pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan diperkirakan akan tertuju pada langkah regulator dan otoritas pasar modal dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan likuiditas, serta menjaga daya tarik investasi Indonesia di mata investor internasional.
Baca Juga:
