Bupati Aceh Timur Targetkan Tiga SMP Unggulan, PGRI Diminta Perkuat Mutu Pendidikan
Pemkab Aceh Timur menargetkan tiga SMP unggulan dan penguatan muatan lokal sejarah serta nilai Islam untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
ACEH TIMUR — Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menargetkan pembentukan sedikitnya tiga sekolah menengah pertama (SMP) unggulan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut.
Target itu disampaikan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Timur masa bakti 2024–2029 di Aula Serbaguna Idi, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut Al-Farlaky, tiga SMP unggulan akan dipersiapkan di wilayah Peureulak, Idi, dan Simpang Ulim. Keberadaan sekolah tersebut diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki daya saing dan kualitas akademik yang lebih baik.
"Kami menargetkan minimal tiga SMP unggulan. Sekolah ini dipersiapkan untuk melahirkan generasi yang mampu bersaing dan menjadi motor peningkatan mutu pendidikan di Aceh Timur," katanya.
Selain pengembangan sekolah unggulan, Al-Farlaky meminta PGRI segera melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan serta memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan muatan lokal di sekolah. Menurut dia, peserta didik perlu diperkenalkan dengan sejarah Aceh Timur, sejarah Islam, tokoh-tokoh ulama, serta nilai-nilai budaya daerah sebagai bagian dari pembentukan karakter.
"Kita ingin anak-anak mengenal sejarah daerahnya, memahami nilai-nilai Islam, dan menjaga identitas budaya sejak dini," ujarnya.
Bupati juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, termasuk melalui pelatihan guru dan penguatan pembelajaran Al-Qur'an di sekolah.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dunia pendidikan, pemerintah daerah berencana memberikan penghargaan kepada sekolah, guru, dan peserta didik yang berprestasi maupun menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Timur Bustami mengatakan kepengurusan baru akan segera menyusun program kerja, termasuk membentuk kepengurusan PGRI di tingkat kecamatan.
Menurut dia, konsolidasi organisasi diperlukan agar PGRI mampu menjalankan fungsi sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Timur.
"Kami akan memperkuat organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah demi kemajuan pendidikan," kata Bustami.
Baca Juga:
