BPBA Gandeng BNPB Perbarui Peta Risiko Bencana Aceh, Mitigasi Berbasis Data Diperkuat
BPBA dan BNPB menyusun langkah penguatan pemetaan risiko bencana untuk mendukung mitigasi, kesiapsiagaan, dan kebijakan yang lebih tepat.
![]() |
| Pertemuan antara BPBA dan Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana (PERB) BNPB di Ruang Rapat BPBA, Banda Aceh. |
BANDA ACEH - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat pemetaan dan evaluasi risiko bencana di Aceh. Langkah ini diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan mitigasi yang lebih akurat dan berbasis data.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara BPBA dan Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana (PERB) BNPB di Kantor BPBA, Banda Aceh.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA, Bobby Syahputra, mengatakan pemetaan risiko merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
"Melalui pendampingan teknis dari BNPB, kami berharap kapasitas daerah dalam menyusun dan memanfaatkan data risiko bencana semakin meningkat sehingga dapat mendukung pengambilan kebijakan yang tepat dan efektif," kata Bobby dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut dia, peta risiko yang komprehensif akan membantu pemerintah daerah menentukan prioritas program mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta memperkuat ketahanan wilayah terhadap berbagai potensi bencana.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari program pendampingan teknis yang dilakukan BNPB kepada pemerintah daerah dalam mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Bencana.
Dalam diskusi itu, BPBA memaparkan berbagai kebutuhan daerah terkait penguatan pemetaan dan evaluasi risiko bencana. Tim teknis dari kedua lembaga juga membahas langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas data kebencanaan sebagai dasar penyusunan kebijakan pengurangan risiko bencana.
BPBA menilai kolaborasi dengan BNPB menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih efektif. Selain memperkuat kapasitas pemerintah daerah, kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.
Melalui pendampingan teknis ini, pemerintah berharap pemetaan risiko bencana di Aceh semakin akurat sehingga upaya mitigasi dan penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran.
Baca Juga:
