Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aceh Besar Gandeng Dunia Usaha Tekan Stunting, CSR Diminta Fokus Bantu Keluarga Berisiko

Pemkab Aceh Besar memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dengan melibatkan dunia usaha, puskesmas, dan lintas instansi.
Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri foto bersama para peserta Sosialisasi Orang Tua Asuh Cegah Stunting di Aula SMK Mubarkeya, Kamis (25/6/2026).

ACEH BESAR — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan mendorong keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Wakil Bupati Aceh Besar Syukri mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah penting untuk menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di daerah. Menurut dia, pencegahan stunting merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang menjadi prioritas pemerintah.

"Upaya pencegahan stunting tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan masyarakat," kata Syukri saat membuka Sosialisasi Orang Tua Asuh Cegah Stunting di Aula SMK Al Mubarkeya, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis, 25 Juni 2026.

Ia mengatakan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Namun, target tersebut masih dihadapkan pada persoalan stunting yang memerlukan penanganan secara berkelanjutan.

Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), angka stunting di Aceh Besar saat ini berada di kisaran 14 persen. Data tersebut bersifat real time dan berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan.

Syukri juga mendorong perusahaan, baik badan usaha milik negara maupun swasta, untuk mengarahkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi keluarga yang berisiko mengalami stunting, terutama di sekitar wilayah operasional masing-masing.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Aceh Besar, Fadhlan, mengatakan program Genting dirancang untuk membangun kolaborasi dan mengintegrasikan berbagai program penanganan stunting agar lebih efektif.

Menurut dia, dukungan kepada keluarga berisiko stunting tidak hanya berupa bantuan makanan bergizi, tetapi juga penyediaan sarana dasar seperti rumah layak huni, jamban sehat, sanitasi lingkungan, dan akses air bersih.

Selain itu, keluarga sasaran juga mendapatkan pendampingan melalui konseling dan edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak serta pola pengasuhan.

Fadhlan menambahkan, salah satu bentuk pelaksanaan program tersebut telah dilakukan Baitul Mal Aceh Besar yang memberikan bantuan nutrisi kepada 46 keluarga berisiko stunting yang tersebar di 23 kecamatan.

Ia berharap keterlibatan berbagai pihak melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak di Aceh Besar.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Aceh Besar Gandeng Dunia Usaha Tekan Stunting, CSR Diminta Fokus Bantu Keluarga Berisiko
  • Aceh Besar Gandeng Dunia Usaha Tekan Stunting, CSR Diminta Fokus Bantu Keluarga Berisiko
  • Aceh Besar Gandeng Dunia Usaha Tekan Stunting, CSR Diminta Fokus Bantu Keluarga Berisiko
  • Aceh Besar Gandeng Dunia Usaha Tekan Stunting, CSR Diminta Fokus Bantu Keluarga Berisiko
  • Aceh Besar Gandeng Dunia Usaha Tekan Stunting, CSR Diminta Fokus Bantu Keluarga Berisiko
  • Aceh Besar Gandeng Dunia Usaha Tekan Stunting, CSR Diminta Fokus Bantu Keluarga Berisiko