Bank Aceh Hadirkan Buggy Car untuk Jamaah Lansia di Asrama Haji Aceh
0 menit baca
| Buggy car ditujukan untuk membantu mobilisasi jamaah, khususnya lanjut usia (lansia) dan jamaah dengan keterbatasan kondisi kesehatan selama berada di lingkungan asrama. |
BANDA ACEH - Di Asrama Haji Embarkasi Aceh, aktivitas tak pernah benar-benar berhenti saat musim haji tiba. Jamaah datang bergelombang, koper ditarik berderet, dan langkah-langkah pelan para lansia sering kali tertinggal di tengah ritme yang serba cepat.
Rabu, 6 Mei 2026, Bank Aceh Syariah menambah satu fasilitas sederhana: sebuah buggy car. Kendaraan kecil itu diserahkan untuk membantu mobilisasi jamaah, terutama mereka yang lanjut usia atau memiliki keterbatasan fisik.
Apa yang diberikan memang tak besar—hanya satu unit. Namun, di area asrama yang luas dengan aktivitas padat, kehadiran kendaraan ini menjadi penting. Sejak kloter pertama diberangkatkan, buggy car itu sudah mulai digunakan, mengantar jamaah dari satu titik ke titik lain.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menyebut bantuan ini sebagai respons atas kebutuhan di lapangan. “Kami menyediakan satu unit buggy car untuk membantu mobilisasi jamaah lansia dan berkebutuhan khusus. Alhamdulillah, sudah dapat digunakan sejak kloter pertama,” ujarnya.
Mengapa bantuan ini diperlukan? Setiap musim haji, persoalan mobilitas selalu muncul, terutama bagi jamaah yang tidak lagi muda. Jarak antarfasilitas di asrama yang cukup jauh kerap menjadi kendala, terlebih di tengah kelelahan menjelang keberangkatan.
Dengan kendaraan ini, pergerakan jamaah menjadi lebih cepat dan terkoordinasi. Petugas juga terbantu dalam mengatur arus perpindahan, terutama pada jam-jam sibuk.
Fadhil menambahkan, kontribusi semacam ini menjadi bagian dari peran Bank Aceh di luar layanan perbankan. “Kami terus berkomitmen memperbaiki layanan, tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga melalui kontribusi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Bagi Bank Aceh, keterlibatan dalam penyelenggaraan ibadah haji bukan hal baru. Namun, pendekatan yang ditunjukkan kali ini lebih bersifat praktis—menyasar kebutuhan langsung jamaah, bukan sekadar dukungan administratif.
Di tengah kompleksitas penyelenggaraan haji, bantuan kecil seperti ini sering kali menjadi pembeda. Bagi jamaah lansia, satu perjalanan singkat dengan buggy car bisa berarti menghemat tenaga untuk rangkaian ibadah yang lebih panjang.
Di Banda Aceh, kendaraan itu kini hilir mudik di antara kerumunan jamaah. Sederhana, tapi fungsional—seperti banyak hal lain yang justru terasa penting saat dibutuhkan.
