BREAKING NEWS

Wakili Bupati, Mawardi Buka Perkemahan Pramuka Penegak: Bentuk Generasi Tangguh dan Siaga Bencana

Asisten ll Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen, Mawardi, SSTP., M.Si, mewakili Bupati Bireuen, Mukhlis, ST. Membuka Kegiatan Perkemahan Pemuda Ceria bagi Pramuka golongan Penegak, di GOR Disporapar Bireuen. Geulumpang Payong kecamatan Jeumpa. Senin 27-4-2026.

BIREUEN-Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman melalui kegiatan Perkemahan Pemuda Ceria bagi Pramuka golongan Penegak yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Bireuen, di kompleks GOR Disporapar, Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Senin (27/4/2026) sore.

Kegiatan yang diikuti ratusan Pramuka Penegak dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Bireuen itu secara resmi dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen, Mawardi, SSTP., M.Si, mewakili Bupati Bireuen, Mukhlis, ST.

Dalam sambutan tertulis Bupati Bireuen yang dibacakan Mawardi, ditegaskan bahwa perkemahan tersebut bukan sekadar kegiatan luar ruang, melainkan ruang strategis pembinaan karakter generasi muda yang sarat nilai pendidikan, kepemimpinan, dan penguatan mental sosial.

“Perkemahan ini bukan hanya tentang berkumpul di alam terbuka. Lebih dari itu, ini adalah ruang pembelajaran yang membentuk kedisiplinan, menanamkan kemandirian, memperkuat kebersamaan, dan membangun semangat gotong royong sebagai fondasi utama karakter generasi muda,” ujar Mawardi.

Menurutnya, Gerakan Pramuka, khususnya golongan Penegak, memiliki posisi penting dalam membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan adaptif terhadap dinamika sosial maupun tantangan kebencanaan.

Ia menilai, Pramuka Penegak harus dipersiapkan bukan hanya sebagai pelajar yang aktif secara organisasi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan kebencanaan.

“Bireuen dan wilayah sekitarnya memiliki potensi risiko bencana yang perlu diantisipasi sejak dini. Karena itu, kita membutuhkan generasi muda yang sigap, terlatih, peduli lingkungan, dan siap menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” katanya.

Mawardi menegaskan, melalui perkemahan tersebut, Pemkab Bireuen ingin menanamkan kesadaran kolektif bahwa pendidikan karakter tidak cukup dibangun di ruang kelas semata, tetapi juga melalui pengalaman lapangan yang melatih keberanian, kepemimpinan, tanggung jawab, dan empati sosial.

Perkemahan Pemuda Ceria, lanjutnya, menjadi medium pembelajaran kontekstual yang memadukan pendidikan karakter, penguatan kepemimpinan, keterampilan tanggap darurat, kerja sama tim, hingga pembinaan kepedulian sosial.

“Generasi muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, jadilah pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah, memiliki kepedulian sosial, dan selalu siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menjaga disiplin, menjunjung keselamatan, serta memanfaatkan setiap materi sebagai bekal membangun kapasitas diri.

Kepada para pembina dan pelatih, Mawardi menyampaikan apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina generasi muda melalui pendidikan kepramukaan yang dinilai tetap relevan dalam membentuk karakter pelajar di era modern.

“Peran pembina sangat penting dalam membentuk watak, etika, dan keterampilan generasi muda. Dari tangan para pembina inilah lahir calon pemimpin masa depan yang berintegritas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda Disporapar Bireuen, Mulya Saputra, SE, menjelaskan bahwa Perkemahan Pemuda Ceria merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas pemuda, khususnya di bidang kepemimpinan, kemandirian, dan kesiapsiagaan bencana.

Sebanyak 200 Pramuka Penegak putra-putri dari sejumlah sekolah tingkat SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Bireuen ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam, 27–28 April 2026.

Menurut Mulya, perkemahan tersebut dirancang tidak hanya sebagai ajang pembinaan kepramukaan, tetapi juga sebagai ruang penguatan kompetensi pelajar melalui berbagai kegiatan edukatif, kompetitif, dan sosial.

Sejumlah agenda utama yang digelar antara lain lomba pimpinan sangga terbaik, tenda terbaik, regu terbaik, reporter terbaik, lomba Mars Bireuen, rapat pimpinan penegak, bakti sosial di Meunasah Gampong Geulumpang Payong, hingga api unggun sebagai puncak kegiatan.

“Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk melatih kepemimpinan, kekompakan, kreativitas, komunikasi, serta kepedulian sosial peserta. Ini adalah model pendidikan nonformal yang sangat efektif dalam membentuk karakter pelajar,” jelas Mulya.

Ia menambahkan, kegiatan api unggun bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan simbol pendidikan nilai yang sarat makna.

“Api unggun melambangkan semangat yang terus menyala, persatuan, persaudaraan, dan penguatan nilai-nilai Dasa Darma serta Tri Satya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Mulya menegaskan, Disporapar Bireuen berkomitmen terus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, Gerakan Pramuka, dan masyarakat dalam mencetak generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan berjiwa sosial tinggi.

Melalui Perkemahan Pemuda Ceria ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen tidak hanya menghadirkan ruang aktivitas kepramukaan, tetapi juga menegaskan bahwa pendidikan karakter, kepemimpinan, dan kesiapsiagaan sosial harus menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi emas masa depan.(MS)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image