Wagub Aceh Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabencana, Otsus Jadi Tumpuan
0 menit baca
BANDA ACEH - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal penanganan darurat, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan kembali ekonomi daerah.
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di Aula Ayani Hotel, Kamis (16/4/2026), terkait dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sebagian besar wilayah Aceh.
“Rekonstruksi ini harus berdampak pada ekonomi masyarakat. Perputaran anggaran kita dorong tetap di Aceh, agar manfaatnya langsung dirasakan warga,” kata Fadhlullah.
Ia menyebutkan, dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 18 daerah terdampak bencana, dengan sekitar 43 ribu rumah mengalami kerusakan. Pemerintah kini mulai memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Menurut Fadhlullah, skema bantuan telah disiapkan untuk mempercepat pemulihan, mulai dari Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, hingga Rp60 juta bagi rumah rusak berat atau hilang.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar dan logistik guna memastikan keberlangsungan hidup masyarakat terdampak.
Di tengah upaya tersebut, Fadhlullah menyoroti pentingnya keberlanjutan dana otonomi khusus (otsus) sebagai penopang utama pembangunan Aceh.
“Saat ini dana otsus tinggal satu persen. Kita sedang mengupayakan agar bisa diperpanjang dan ditingkatkan kembali menjadi dua persen,” ujarnya.
Menurut dia, keberlanjutan otsus sangat penting untuk menjaga stabilitas pembangunan, terutama dalam situasi pemulihan pascabencana yang membutuhkan anggaran besar.
Fadhlullah juga mengakui bahwa kondisi ekonomi Aceh masih menghadapi tantangan, termasuk meningkatnya angka kemiskinan. Namun, ia optimistis kondisi tersebut dapat diperbaiki melalui sinergi berbagai pihak.
“Ini tantangan bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh dukungan semua pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat,” katanya.
Selain aspek ekonomi, pemerintah juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk jembatan di Aceh Tengah yang ditargetkan selesai pada pertengahan tahun ini.
Dalam kesempatan itu, Fadhlullah turut mengapresiasi peran media yang dinilai penting dalam menjaga kepercayaan publik di tengah proses pemulihan.
“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus membangun optimisme masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Aceh, lanjutnya, berkomitmen memastikan proses pemulihan berjalan cepat, terarah, dan mampu menjadi titik balik bagi kebangkitan ekonomi daerah. (umar)

