BREAKING NEWS

Distanbun Bireuen Apresiasi Gerak Cepat Wagub Aceh Tangani Dampak Banjir dan Longsor

Teks Foto: Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen. Mulyadi, SE, MM, bersama Tim Perencanaan Teknis Rehabilitasi lahan sedang turun ke salah satu areal sawah yang rusak akibat banjir.

BANDA ACEH- Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) menyampaikan apresiasi atas respons cepat Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam penanganan dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, khususnya sektor pertanian.

Kepala Distanbun Bireuen, Mulyadi, menegaskan bahwa langkah cepat Pemerintah Aceh menjadi dorongan penting dalam mempercepat pemulihan lahan pertanian masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

“Respons cepat dari Wakil Gubernur Aceh sangat kami apresiasi. Ini menjadi energi tambahan bagi kami di daerah untuk mempercepat proses pemulihan, terutama pada sektor persawahan dan perkebunan yang terdampak cukup signifikan,” ujar Mulyadi melalui sambungan telepon, Jumat (17/4/2026).

Saat ini, Distanbun Bireuen mulai melakukan pembersihan dan pembenahan terhadap 677 hektare lahan persawahan dengan kategori rusak sedang yang telah disetujui untuk ditangani. Lahan tersebut merupakan bagian dari usulan yang diajukan sejak 29 Februari 2026.

Program penanganan ini tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Samalanga, Peusangan, Jangka, Kutablang, dan Gandapura, wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data yang diajukan ke pemerintah pusat, total luas lahan persawahan terdampak di Kabupaten Bireuen mencapai ribuan hektare, dengan rincian 2.756,60 hektare kategori rusak ringan, 685,27 hektare rusak sedang, dan 1.323,07 hektare rusak berat. Dari total usulan tersebut, sebanyak 677 hektare lahan rusak sedang telah lolos verifikasi dan validasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk segera ditangani.

Mulyadi menjelaskan, pasca persetujuan tersebut, tahapan selanjutnya adalah penyusunan dokumen perencanaan melalui proses survey, investigation, and design (SID) yang dilakukan secara terpadu oleh Dinas Pertanian Aceh bersama Distanbun Bireuen.

“Fokus utama saat ini adalah pembersihan lahan dan pembenahan saluran irigasi. Ini penting agar fungsi lahan dapat segera pulih dan kembali dimanfaatkan oleh petani dalam waktu relatif singkat,” jelasnya.

Selain itu, untuk lahan kategori rusak ringan seluas 1.920 hektare yang juga telah diverifikasi, penanganannya akan dilakukan setelah proses penandatanganan kontrak SID rampung.

Sementara itu, penanganan lahan dengan kategori rusak berat masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah pusat. Pemulihannya direncanakan masuk dalam skema rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan dilaksanakan oleh satuan tugas khusus percepatan pemulihan pascabencana.

Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap seluruh tahapan pemulihan ini dapat berjalan sesuai rencana, sehingga aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali normal secara bertahap dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga di tengah tantangan bencana.

Langkah sinergis antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan percepatan pemulihan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.(Muhammad S)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image