BREAKING NEWS

Waled Nu Samalanga : Mari Berprasangka Baik, Jangan Mudah Diprovokasi,  Percayakan Pemenuhan Hak Korban Banjir Pada Pemkab Bireuen

BIREUEN- Ulama kharismatik Aceh Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau akrap disapa Waled NU Samalanga menyampaikan pesan sejuk kepada masyarakat Bireuen.Di tengah suasana penuh kekeluargaan saat warga yang sedang berteduh dan mendirikan tenda di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Waled Nu  menyampaikan  pesan persatuan. 

Waled Nu meminta masyarakat korban banjir untuk dapat bersabar dan meminta korban banjir untuk dapat mempercayai penangganan korban banjir pada Pemerintah Kabupaten Bireuen.

 "Menjaga martabat daerah dan rasa saling percaya adalah kunci utama untuk melewati ujian ini dengan terhormat
Percayakan penyelesaian masalah  pada ahlinya, hindari Pihak Ketiga,"kata 
Tgk. H. Nuruzzahri Yahya (Waled NU), di hadapan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., Sabtu malam,(21/3/2026) sebagai respons bijak atas kondisi pascabanjir saat ini.

Pimpinan YPI Ummul Ayman Samalanga tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang tidak memahami konteks permasalahan yang sebenarnya. "Kita jangan mudah terprovokasi oleh pihak lain. Persatuan yang harus kita jaga bersama,"kata Waled Nu.

Waled Nu mengimbau warga untuk berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen sebagai penanggung jawab penuh korban becana banjir

Bahkan Waled Nu menyebutkan
setiap perkara harus diserahkan kepada ahlinya. Jangan sampai kita mewakilkan masalah ini kepada pihak yang tidak memahami duduk perkaranya. "Karena itu hanya akan memperkeruh suasana. Percayakan sepenuhnya kepada pemerintah yang memegang amanah dan tanggung jawab ini,"kata Waled NU.

Menurut Waled Nu bahwa proses pemulihan becana bukan 'Simsalabim' akan tetapih Butuh Proses dan Kesabaran. "Pemulihan pascabencana bukanlah perkara instan yang bisa diselesaikan dalam sekejap mata. Dibutuhkan ketenangan jiwa dan kerja sama yang erat antara rakyat dan pemimpinnya,"ujar Waled Nu seraya meminta masyarakat untuk dapat beri ruang bagi pemerintah untuk bekerja tanpa tekanan yang tidak perlu.

Pada kesempatan tersebut Waled Nu mengapresiasi sikap kesabaran Bupati Bireuen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bupati Adalah Ayah Bagi Semua Golongan,"sebut Waled Nu

Waled NU menekankan bahwa sosok Bupati merupakan orang tua bagi seluruh masyarakat Bireuen tanpa membedakan latar belakang.

"Jangan sampai kita terpecah. Bupati bukan milik satu kelompok, tetapi milik seluruh masyarakat Bireuen. Mari kita jaga kebersamaan agar ikhtiar ini membuahkan hasil yang kita harapkan bersama.

Waled Nu juga meminta pengungsi di Kantor Bupati Bireuen untuk dapat 
kembali ke Gampong sebagai bentuk  menjemput Keberkahan di Lingkungan Keluarga pada hari Raya Idul Fitri .

Menyentuh sisi kemanusiaan, Waled NU secara khusus mengajak warga yang saat ini masih berada di sekitar lingkungan kantor bupati untuk kembali ke gampong masing-masing. Terlebih, suasana bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri adalah momentum untuk memperkuat silaturahmi di kediaman sendiri.

Menurut Waled Nu Langkah untuk kembali ke desa dipandang sebagai bentuk kedewasaan bersikap, guna memberikan suasana kondusif bagi pemerintah dalam mematangkan solusi hunian yang permanen dan layak bagi masyarakat terdampak.

 *Sinergi Ulama dan Umara untuk Solusi Nyata* 

Dukungan Waled NU bukan sekadar imbauan. Beliau menegaskan kesiapannya untuk mendampingi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah-langkah strategis terkait pemenuhan hak-hak warga.

"Ini bukan saatnya saling menyalahkan, tetapi saatnya saling menguatkan. Dengan kesabaran dan keikhlasan, insya Allah semua persoalan dapat kita lewati bersama," tutupnya.(Red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image