Gerbang Tani Sentil Kinerja Bupati Bireuen: Penanganan Sektor Pertanian dan Perikanan Terkesan Lamban
0 menit baca
BIREUEN- Penanganan dampak bencana di sektor pertanian dan perikanan oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen menuai kritik keras. Ketua Gerakan Kebangkitan Petani (Gerbang Tani) Bireuen, Sunazardi yang akrab disapa Tengku Dan, menilai pemerintah daerah bergerak lamban, sementara kondisi masyarakat kian terpuruk.
Dalam siaran pers yang diterima Media ini, Rabu (25/3/2026), Tengku Dan mengungkapkan bahwa petani dan pelaku perikanan darat saat ini menjadi kelompok paling terdampak, namun belum mendapatkan penanganan maksimal pascabencana.
"Hampir di seluruh wilayah terdampak, masyarakat tidak lagi bisa turun ke sawah maupun ke tambak. Aktivitas produksi lumpuh total," ujarnya.
Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi masyarakat adalah tertimbunnya lahan pertanian dan tambak oleh lumpur tebal akibat banjir dan tanah longsor. Kondisi ini membuat lahan tidak lagi produktif dan membutuhkan intervensi cepat dari pemerintah.
"Lahan sawah dan tambak tertutup lumpur padat. Ini tidak bisa dibiarkan. Pemerintah harus segera melakukan normalisasi dan pengerukan agar masyarakat bisa kembali bekerja," tegasnya.
Ia memperingatkan, keterlambatan penanganan akan memperparah krisis yang dihadapi warga. Tidak hanya kehilangan mata pencaharian, masyarakat juga berpotensi menghadapi tekanan ekonomi yang serius.
"Jika ini terus dibiarkan, masyarakat bukan hanya kehilangan pekerjaan, tapi juga terancam krisis pangan. Ini situasi darurat yang tidak boleh dianggap biasa," katanya.
Selain itu, Tengku Dan juga menyoroti belum adanya kepastian bagi warga terdampak yang hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya respons pemerintah dalam memenuhi hak dasar korban bencana.
"Masyarakat sudah cukup menderita. Mereka butuh kepastian, bukan janji. Pemerintah harus hadir dan bekerja nyata di lapangan," ujarnya.
Gerbang Tani juga mengingatkan agar kepala daerah tidak mengalihkan tanggung jawab atas lambannya penanganan. Sebagai pemimpin di tingkat kabupaten, bupati dinilai memiliki kewajiban penuh dalam memastikan pemulihan berjalan efektif.
"Jangan mencari alasan atau menyalahkan pihak lain. Masyarakat menuntut tanggung jawab nyata dari pemimpinnya," kata Tengku Dan.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk memulihkan sektor pertanian dan perikanan, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
"Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan semakin luas dan berlarut. Pemerintah harus bergerak cepat sebelum situasi semakin tidak terkendali," pungkasnya.(Red)