Danrem Aceh: Jangan Manfaatkan Bantuan Untuk Ngibuli Masyarakat Korban Bencana
0 menit baca
"Jangan Manfaatkan Bantuan Untuk Ngibuli Masyarakat Korban Bencana Alam. Kasihan saudara-saudara kita terdampak, Dimana hati Nurani kelompok sparatis ini,"
LHOKSEUMAWE – Sejak terjadinya bencana alam, bantuan mulai berdatangan, baik dari pemerintah pusat, dan sejumlah Intansi maupun para dermawan dari berbagai penjuru menyalurkan bantuan.
Namun, sangat disayangkan, Danrem 011/Lilawangsa menyebutkan, ada pihak maupun kelompok yang memanfaatkan bencana. Mirisnya lagi, Kelompok ini dengan dalil mengirim bantuan ke pengungsi terdampak bencana. Anehnya, mengapa mereka membawa bendera sparatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
"Tujuannya kelompok ini tidak lain, agar bisa mengklaim untuk menggiring warga yang sedang dilanda bencana. Bahwa bantuan dari GAM, padahal mulai dari bencana, pemerintah pusat dan para dermawan baik dari Aceh, bahkan dari luar daerah Aceh silih berganti berdatangan membawa bantuan kemanusiaan," terang Danrem.
Danrem menegaskan, TNI tidak pernah melarang siapapun datang ke Aceh. Khususnya dermawan membawa bantuan untuk ribuan masyarakat Aceh yang tengah terdampak bencana.
"Untuk apa membawa simbol sparatis, itukan dilarang. Silahkan antar bantuan, itu baik. Namun pihak kami TNI menghentikan rombongan kelompok ini hanya meminta agar tidak membawa bendera Sparatis GAM. Tetapi kelompok ini tidak terima dan malah menantang TNI," ujar Perwira TNI Kopassus dan orang Aceh yang kini menjabat Danrem 011/Lilawangsa.
Danrem Ali Imran juga mengatakan, aksi kemanusian tidak ada yang melarang, begitu pun pihak keamanan dari TNI. Bahkan peran prajurit hadir di Tengah-tengah masyarakat mulai terjadi bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh. TNI dengan sigap dalam membatu masyarakat yang terdampak bencana Alam.
"Betapa besar perhatian pemerintah pusat. Bahkan Presiden dan para pejabat negara berulang kali berkunjung ke Aceh. Begitupun bantuan baik dari darat, laut dan udara terus begulir. Anehnya ini, kebutuhan logistik bagi korban bencana bisa dikatakan berlebih, namun mengapa kelompok tertentu ini malah membuat onar," sebutnya.
Mantan Paspampres itu mengatakan, "Saya ini orang Aceh, enak aja Merdeka. Disini Indonesia, gak ada Merdeka-merdeka. Dari tahun 45 kita sudah merdeka. Bendera bangsa kita juga satu, Sang Saka Merah Putih. Keluar keluar negeri sana kalua mau merdeka," tegasnya lagi.
Kejadin tersebut berlangsung di Dua titik terpisah, Simpang Kandang, Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Kemdian di Depan Kantor Bupati Aceh Utara, tepatnya, di Gampong Keutapang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh, Kamis (25/12/2025).
Pantauan di lapangan, kejadian ini tidak terlihat satu pun pejabat pemerintah daerah. Baik Wali Kota Lhokseumawe maupun Bupati Aceh Utara dan jajarannya tak terlihat hadir di lokasi. Hanya terlihat Danrem didampingi Dandim 0103/Aceh Utara, Kapolres Lhokseumawe dan Kasi Intel Korem 011/LW.
