Danramil TNI Pimpin Evakuasi Warga Terjebak Banjir Aceh Utara
0 menit baca
ACEH UTARA – Personel Koramil 19/Sawang Kodim 0103/Aceh Utara bersama prajurit Yon Aruanud 5/CSBY dan masyarakat mengevakuasi warga terjebak banjir di Desa Punteut dan Meunasah Pulo, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (27/11/2025).
Momen dramatis, dengan kondisi derasnya arus banjir melanda saat mengevakuasi korban, Dari 100 KK, Delapan prajurit TNI ini berjuang menyelamatkan terdapat warga dengan kondisi sakit patah tulang, lansia hingga balita berhasil di evakuasi.
Proses evakuasi yang dipimpin oleh Danramil 19/Sawang Kodim 0103/Aceh Utara, Kapten Inf Syamsul Hamdani bersama delapan prajurit TNI dengan menggunakan 1 Unit perahu karet (LCR). Mereka berjibaku banjir demi penyelamatan mencakup beberapa titik dalam wilayah Kecamatan Sawang.
Danramil 19/Sawang Kodim 0103/Aceh Utara, Kapten Inf Syamsul Hamdani mengatakan, evakuasi terhadap warga terjebak banjir dalam rumah mereka di Desa Punteut dan Desa Meunasah Pulo berlangsung hingga pukul 18.45 WIB berjalan aman dan lancar.
"Untuk masyarakat Desa Punteut di evakuasi ke Meunasah Punteut sebanyak 4 KK. Sedangkan masyarakat Desa Meunasah Pulo dievakuasi ke Mesjid Meunasah Pulo berjumlah sebanyak 100 KK," ujarnya.
Danramil menambahkan, walaupun air berangsung surut, tetapi aksi penyelamatan berlangsung dramatis karena kondisi derasnya arus banjir sehingga harus berhati-hati. "Saat ini kami masih standby di Banda Baro, kami belum bisa kembali karena jembatan di Paya Dua Kecamatan Banda Baro belum bisa dilalui, derasnya intensitas air dengan ketinggian 70 centimeter," sebutnya.
Kapten Samsul menghimbau kepada warga terdampak banjir, agar meninggalkan rumah dan akan di evakuasi ke tempat yang lebih aman.
"Tidak ada korban jiwa, proses evakuasi terdapat warga dengan kondisi sakit patah tulang. Kemudian lansia dan balita yang terjebak di dalam rumah karena luapan air yang semakin tinggi. Alhamdulillah berhasil di evakuasi dengan selamat," pungkasnya.
Curah hujan sepakan terjadi di wilayah Provinsi Aceh, khsususnya Kabupaten Aceh Utara menimbulkan banjir berdampak pemukiman warga dan jalan Kawasan Desa hingga jalan lintas Nasional Medan dan Banda Aceh tidak dapat dilalui pengendara.
Danramil bersama anggotanya juga membuka jalur mengatur lalu lintas bagi pengendara yang akan melintas di jalan yang masih tergenang air tersebut.
