BREAKING NEWS

Lhokseumawe Siapkan Penertiban Gepeng di Persimpangan Kota

ilustrasi
LHOKSEUMAWE – Fenomena gelandangan dan pengemis (gepeng) yang semakin marak di sejumlah sudut Kota Lhokseumawe, terutama di persimpangan lampu merah, menjadi perhatian serius pemerintah kota. Dalam waktu dekat, Dinas Sosial bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan melakukan langkah penertiban.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lhokseumawe, A. Haris, mengungkapkan bahwa sebagian besar gepeng yang terlihat setiap hari bukanlah warga setempat. Mereka biasanya datang pada pagi hari, beraktivitas sepanjang siang, lalu pulang ke daerah asal menjelang sore atau malam.

"Sebagian besar gepeng bukan warga Lhokseumawe. Mereka datang pagi, lalu pulang sore atau malam," ujar Haris, Jumat (26/9/2025).

Namun, Haris mengakui pola penanganan yang selama ini dilakukan belum efektif. Setiap kali aparat mengamankan gepeng, mereka dikembalikan ke dinas sosial di daerah asal. Sayangnya, keesokan harinya mereka kembali lagi dan beraktivitas seperti biasa.

Situasi ini semakin rumit dengan adanya praktik orang tua yang membawa anak kecil untuk ikut mengemis di jalanan. Haris menilai kondisi tersebut tidak hanya meresahkan, tetapi juga bisa berdampak buruk pada tumbuh kembang anak.

"Carilah pekerjaan, itu lebih terhormat. Kalau masih berkeliaran, akan ditangkap dan dibina petugas," tegasnya.

Lebih jauh, ia mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif membantu warga yang benar-benar lemah dan lanjut usia. Dengan demikian, empati masyarakat tetap tersalurkan tanpa harus mendukung praktik mengemis yang kerap dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.

"Kita harus peduli pada yang lemah. Tapi jangan sampai belas kasihan salah tempat dan justru memperparah masalah sosial," pungkas Haris. []
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image