Waspadai Obesitas: Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Ajak Warga Ubah Pola Makan dan Aktif Bergerak
0 menit baca
LHOKSEUMAWE - Obesitas kini bukan hanya masalah penampilan, melainkan telah menjadi isu kesehatan serius yang diam-diam mengintai masyarakat perkotaan, termasuk warga Lhokseumawe. Pola makan tidak seimbang, konsumsi makanan cepat saji, dan kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor utama melonjaknya angka obesitas di berbagai kelompok usia.
Melihat fenomena ini, Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe tak tinggal diam. Melalui berbagai program edukasi kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan terus mengimbau warga untuk mewaspadai bahaya obesitas yang dapat memicu berbagai penyakit kronis, seperti diabetes melitus, hipertensi, hingga serangan jantung.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Safwaliza, S.Kep., MKM, menekankan pentingnya edukasi sejak dini untuk mencegah obesitas. “Kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa obesitas bukan hanya persoalan berat badan, tapi juga faktor risiko berbagai penyakit tidak menular. Karena itu, pola makan sehat dan aktivitas fisik harus menjadi budaya hidup,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/6/2025).
Menurut Safwaliza, perubahan gaya hidup modern yang serba instan, minim gerak, dan bergantung pada gadget telah menyebabkan banyak orang — termasuk anak-anak — mengalami kelebihan berat badan. “Anak-anak sekarang lebih sering duduk main HP daripada bermain di luar. Di rumah, makanan cepat saji lebih sering dikonsumsi ketimbang sayur atau buah,” jelasnya.
Karena itu, Dinas Kesehatan terus mengedukasi masyarakat melalui puskesmas, sekolah, dan kampanye media sosial agar keluarga menerapkan pola makan sehat dan membiasakan olahraga ringan minimal 30 menit setiap hari.
Kampanye CERDIK dan GERMAS
Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe juga gencar menyosialisasikan kampanye CERDIK (Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres) serta GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) sebagai panduan hidup sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Program CERDIK dan GERMAS ini bukan sekadar slogan. Kami turun langsung ke lapangan, ke gampong-gampong, ke sekolah-sekolah, bahkan ke tempat kerja, untuk mengedukasi masyarakat agar mengubah pola hidup yang lebih sehat,” papar Safwaliza.
Safwaliza juga menegaskan bahwa peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam mencegah obesitas, terutama pada anak-anak. Ia mendorong para orang tua untuk lebih memperhatikan asupan gizi anak, menyediakan makanan sehat di rumah, dan memberi contoh aktif bergerak.
“Orangtua harus jadi role model. Ajak anak ke pasar untuk membeli buah, bukan hanya ke gerai makanan cepat saji. Biasakan sarapan pagi, dan ajak anak bermain di luar saat sore,” katanya.
Di sisi lain, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe agar sekolah-sekolah aktif mengintegrasikan edukasi gizi dan aktivitas fisik dalam kegiatan belajar mengajar.
Upaya Deteksi Dini dan Konseling
Tak hanya bersifat promotif dan preventif, Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe juga menyediakan layanan deteksi dini obesitas dan konsultasi gizi di puskesmas. Warga yang mengalami kelebihan berat badan bisa datang untuk mengecek indeks massa tubuh (IMT) dan mendapatkan panduan diet sesuai kebutuhan.
“Kami memiliki tenaga gizi di setiap puskesmas. Jika ada warga yang ingin menurunkan berat badan secara sehat dan aman, kami siap membantu dengan pendekatan ilmiah dan berkelanjutan,” ujar Safwaliza.
Dengan upaya yang terus dilakukan secara masif dan kolaboratif, Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe berharap bisa membentuk generasi sehat yang terbiasa makan bergizi, aktif bergerak, dan sadar akan pentingnya menjaga berat badan ideal.
“Kesehatan itu dimulai dari kesadaran diri. Bila masyarakat sadar bahwa mencegah lebih mudah dan murah dibanding mengobati, maka perubahan akan terjadi. Mari bersama kita ciptakan Lhokseumawe yang sehat dan produktif,” tutup Safwaliza dengan penuh harap. [Adv]

