Narsum RRI, Ners Rody: Generasi Milenial harus Miliki Semangat Produktivitas

author photoRedaksi
11 Agu 2022 - 10:36 WIB

BANDA ACEH - Ners Rody Motivator ( NRM ) Menghadiri Undangan Narasumber Di  Studio Radio Republik Indonesia ( RRI ) Aceh.
Bersama Zawata Afnan Ketua BEM USK dan Mukhtashar Al-Husaman Duta Pelajar Sadar Hukum. Dalam Rangka Dirgahayu Republik Indonesia.Dengan Tema, Tantangan Penerapan Karakter Pancasila Pada Generasi Muda Di Era Millenial,

Generasi milenial memiliki semangat produktivitas yang tinggi serta memiliki relasi yang baik antar generasi lainnya.. 
Namun, karena  hidup  di era yang serba  otomatis, generasi ini cenderung menginginkan sesuatu yang serba instan  dan  sangat mudah dipengaruhi oleh trend dan budaya luar.

Hal  inilah  yang  menjadi  titik kritis   bagi  masa depan  negara dan bangsa kita. Perkembangan teknologi ternyata masih menjadi hambatan  untuk  mendekatkan  dan  menyatukan anak bangsa.

Akibat dari tidak seimbangnya antara perilaku milenial dengan penerapan Pancasila adalah ciri khas  bangsa  kita, seperti gotong  royong yang mulai memudar seiring  berjalannya waktu.

Hal ini menjadikan generasi milenial menjadi manusia yang individualis, serta kurangnya rasa Nasionalisme dan Patriotisme.

Untuk membatasi diri dari pengkisisan jati diri bangsa akibat pesatnya perkembangan teknologi dan upaya-upaya memecah bangsa, maka bangsa ini harus kembali kepada Pancasila. Langkah antisipasi ini dapat dilakukan dengan cara : Pendidikan Agama yang harus menjadi peranan penting untuk membentuk ketakwaan pada diri generasi muda Indonesia, pendidikan Pancasila yang harus ditanamkan sehingga dapat menjadi pedoman dan landasan bagi generasi muda, menumbuhkan kesadaran dalam diri generasi muda Indonesia untuk membangkitkan semangat Pancasila. 

Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dan keyakinan dengan sebaik-baiknya, menumbuhkan semangat nasionalisme, contohnya mencintai produk dalam negeri, dan yang terakhir adalah lebih selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ekonomi, maupun budaya bangsa
KOMENTAR