Oknum Asisten Pemkab Bireuen Diduga Minta Dana Rp 2 Juta, Berdalih Silahturahmi dan Perpisahan dengan Bupati

author photoM. Sulaiman
29 Jul 2022 - 20:40 WIB

BIREUEN- Salah seorang oknum Asisten di Pemkab Bireuen diduga meminta uang Rp2 juta kepada setiap para Kepala Dinas dan Camat berdalih dalam rangka silaturahmi, temu ramah di salah satu kampus di Kota Medan, Sumatera Utara.


Informasi diperoleh media ini silahturahmi itu terkait kerja sama antara salah satu kampus kesehatan di Medan dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).


Dana itu diduga dikumpulkan untuk dampingi Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A. Gani., S.H M.Si dengan jadwal acara pada Sabtu 30 Juli 2022 besok.


Sumber media ini dari salah satu  Kepala Dinas (Kadis) yang meminta tidak ingin disebutkan indentitasnya mengatakan, ia telah dihubungi oleh Asisten untuk menyetorkan uang untuk kegiatan silaturahmi di Kota Medan.


"Tadi saya dihubungi oleh salah satu oknum Asisten Pemkab Bireuen, meminta dana sebanyak dua juta, dengan alasan untuk mengikuti kegiatan di salah satu kampus di Medan," bebernya, Jum'at sore, 29 Juli 2022.


"Dana itu dikumpulkan ke oknum Asisten dan diserahkan pada acara perpisahan dengan Bupati nantinya," sambungnya.


Ia menuturkan sangat heran dengan tingkah laku oknum pejabat di Pemkab Bireuen, karena silaturahmi meminta dana.
Disebut-sebut agenda di Medan merupakan acara perpisahan dengan Bupati Muzakkar yang akan lengser dari jabatan beberapa hari lagi.


"Kegiatan Silaturahmi dan temu ramah dengan Bupati Bireuen Muzakkar A Gani kok harus ke Medan, apakah tidak bisa lagi di Bireuen atau di tempat-tempat yang ada di dalam lingkungan Pemerintahan kita, ini sangat mengherankan," keluhnya.


Lebih aneh lagi, kata dia, di lokasi kegiatan tersebut tidak disediakan fasilitas penginapan dan konsumsi hanya ditanggung waktu malam, itupun hanya makan malam bersama.


"Yang jadi pertanyaan, udah diminta dua juta itu untuk apa, kalau penginapan dan tidak dikasih makan," ketus sumber tersebut.


Kemudian biaya perjalanan ditanggung sendiri oleh kadis dan camat masing-masing. Duh, aneh nya?


Sementara salah seorang camat saat dihubungi media ini membenarkan kegiatan perpisahan di Medan dengan Bupati dan harus menyetor kontribusi sebesar Rp500 ribu.


"Iya bang (benar perpisahan), kami camat hanya memberikan dana kontribusi sebesar Rp500 ribu saja untuk acara itu, kami juga ikut berangkat, transformasi kami tanggung sendiri," sebut Camat yang meminta namanya tak ditulis.


TheAtjehNet telah melayangkan konfirmasi ke oknum Asisten melalui WhatsApp, namun hingga berita ini ditayang belum mendapatkan respon. Media ini berusaha menghubungi melalui sambungan telepon seluler juga mendapat penolakan (reject).(MS)
KOMENTAR