Respons Keluhan Warga, DPRK Panggil Dinas Pemadam Kebakaran Kota

author photoRedaksi
6 Apr 2022 - 15:46 WIB


Banda Aceh – Merespons keluhan masyarakat terkait peristiwa kebakaran pusat perbelanjaan Suzuya Mall, Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh memanggil pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh. Pemanggilan ini untuk mengetahui bagaimana kondisi riil yang terjadi di lapangan saat petugas Damkar memadamkan api di Suzuya Mal pada Senin (4/3/2022).


Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, didampingi Wakil Ketua, Usman, usai pertemuan dengan pihak DPKP menyampaikan bahwa pertemuan ini untuk mendapatkan laporan atau  informasi mendetail terkait kronologis di lapangan di luar yang diketahui publik. Sebab kejadian tersebut menyedot perhatian publik serta diliput oleh berbagai media nasional, informasi di media sosial dan berbagai grup WhatsApp pun begitu cepat tersebar, ditambah lagi kebakaran terjadi dua kali dalam sehari (Senin, 4/4/22) dan keesokan harinya (Selasa, 5/4/22).


Farid bersyukur dan mengapresiasi armada damkar yang bekerja maksimal untuk memadamkan api yang membutuhkan waktu hingga belasan jam, bahkan empat personil DPKP Kota harus dirujuk ke rumah sakit karena terhirup asap saat bertugas.


Namun, Farid mengatakan, dari pertemuan tersebut pihak legislatif dapat mengetahui secara detail apa yang menjadi kendala dalam proses penanganan kebakaran Suzuya Mall. Dan ini akan menjadi catatan evaluasi bagi DPRK untuk memberikan rekomendasi kepada Pemko Banda Aceh, bagaimana kesiapan instansi terkait dalam menghadapi kebakaran atau bencana lain ke depannya.


“Dari kejadian kebakaran Suzuya Mall ini banyak yang menjadi catatan evaluasi kita ke depan, bahwa harus ada evaluasi secara menyeluruh dalam penanganan pemadaman kebakaran di Banda Aceh,” kata Farid, Rabu, 6/3/2022.


Misalnya tambah Farid, perlunya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) tambahan yang terampil dan memadai karena selama ini ternyata SDM-nya masih kurang. Dari penjelasan DPKP, saat ini pemko memiliki sejumlah 80 orang personil yang tersebar di empat pos Pemadam Kebakaran yaitu Pos Rusunawa, Pos Jln. Pelangi, Pos Simpang Mesra dan Pos Pango, serta Posko induk di Jalan Soekarno Hatta. Idealnya DPKP memiliki personil dua kali lipat dari yang ada saat ini. Apalagi sejak pandemi Covid-19, kegiatan capacity building untuk personil tidak dapat dilaksanakan.


Begitu juga dengan mobil armada Pemadam Kebakaran yang dimiliki oleh DPKP sebanyak 14 unit, tapi yang ready untuk digunakan sebanyak 12 unit termasuk armada suplai air, itupun kondisi armada sebagian besar kurang baik dan beberapa unit rusak berat karena dimakan usia. Termasuk mobil canggih senilai 16 M yang tidak dapat dioperasikan karena kendala teknis.


“Alhamdulillah, dalam kebakaran Suzuya Mall, DPKP Kota mendapat bantuan 7 armada dari Aceh Besar dan 1 unit dari Polresta. Karena itu armada damkar kita harus dievaluasi. Idealnya kita butuh sepuluh armada lagi, ini nanti yang perlu dibicarakan dengan pemerintah kota. Sebab perkembangan kota yang semakin pesat, tentu juga membutuhkan kesiapan armada pemadam kebakaran yang canggih,” ujar Farid.


Farid juga menyatakan bahwa personil pemadam kebakaran harus mendapatkan proteksi yang maksimal saat bertugas dengan tersedianya peralatan pelindung yang cukup. Ini sangat penting diperhatikan. Dari penjelasan DPKP, mereka hanya memiliki dua unit baju yang tahan api.


“Keselamatan personil damkar dalam menjalankan tugas harus menjadi prioritas utama. Sebab mereka mempertaruhkan nyawanya dalam bertugas. Karena itu personil damkar harus memperoleh pelatihan yang standar dan dilengkapi dengan peralatan yang sangat memadai, agar benar-benar terproteksi keselamatannya,” tegas Farid.


Di samping itu kata Farid, untuk ke depan pemko melalui Dinas PUPR juga perlu mengevaluasi ketika menerbitkan izin mendirikan bangunan atau IMB, harus ada perhitungan atau analisis manajemen risiko bencana seperti jika terjadi kebakaran, bencana atau kondisi emergency lainnya.


Karena itu pihaknya juga meminta kepada dinas terkait untuk segera menyurati kantor-kantor pemerintah, fasilitas publik dan juga pemilik pusat pembelanjaan, swalayan ataupun pasar untuk melakukan upaya preventif terhadap bencana yang kejadiannya tidak bisa diprediksi.


“Kita berharap pemko segera melakukan evaluasi dari peristiwa kebakaran tersebut, baik itu armada damkar maupun peralatan yang dimiliki, SDM personil dan peningkatan kapasitas personil. Sehingga ke depannya pemerintah akan lebih siap untuk mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran dan bencana lainnya,” tutur Farid.


Hal serupa juga disampaikan Wakil Ketua DPRK, Usman, ia meminta agar DPKP untuk melakukan pengecekan ke semua kantor pemerintah, fasilitas publik, gedung dan pusat perbelanjaan agar dipastikan sudah dipasang alat racun api (APAR). Pihaknya juga berharap instansi terkait kepada pemadam untuk melakukan pengecekan akses masuk ke kawasan pertokoan dan pasar, sehingga jika terjadi kebakaran bisa cepat diatasi karena lancarnya mobilitas armada Damkar.


Sementara itu, Plt Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota, Yubasri, menyampaikan saat kebakaran terjadi, pihaknya sudah melakukan pemadaman sejak pukul 11.30 WIB dengan maksimal, namun api kembali muncul pada pukul. 19.30 WIB, sehingga timnya kembali berjibaku memadamkan api, belum pernah pihaknya bekerja sampai 31 jam nonstop. Dibantu juga dari armada Damkar Aceh Besar, mobil crane DLHK3, dan mobil water canon Polresta.


“Tapi kami menemukan kendala saat melakukan proses penyiraman, karena tidak bisa masuk akses ke dalam gedung, akibat jalur pintu masuk yang tertutup, kondisi ini sangat tidak efektif untuk melalukan pemadaman,” kata Yubasri.


Pihaknya mencoba menerobos ke dalam gedung secara perlahan dan susah payah karena akses masuknya cuma satu jalur. Namun, kata Yubasri, karena itu sudah menjadi tugas sehingga anggotanya tetap masuk dan melakukan proses pemadaman walaupun kemudian api menyala lagi.


Menurutnya proses pendinginan juga perlu waktu karena barang yang mudah terbakar cukup banyak. “Sejauh ini kita masih kekurangan personel, karena itu untuk ke depan kita perlu penambahan armada dan peralatan lainnya, ditambah usia armada damkar kita sudah cukup tua, kemudian kemampuan SDM personil kita akan ditinggkatkan lagi,” tutup Yubasri.


Hadir dalam pertemuan tersebut Kabid Pencegahan DPKP, Nasri, Kabid Pemadam dan Penyelamatan DPKP, Azhari, dan Abdul, Sekretaris DPRK, Tharmizi, Kabag Umum dan Keuangan DPRK, Muslim serta Kabag Humas dan Persidangan DPRK, Yusnardi. [Adv]

KOMENTAR