Ancam Wartawan, Ketua FJA Bireuen Kecam Sikap Ala Preman Ketua BKAD

author photoM. Sulaiman
25 Jan 2022 - 22:59 WIB

BIREUEN, Ketua Forum Jurnalis Aceh (FJA) Bireuen, buka suara menanggapi masalah penghinaan dan ancaman yang dilakukan Ketua BKAD Kecamatan Simpang Mamplam, terhadap Pimpinan Redaksi Media Lintas Nasional yang mengeluarkan kata-kata anjing terhadap yang bersangkutan itu dan pihaknya mengecam keras tindakan ala preman.


Ketua Forum Jurnalis Aceh (FJA) Bireuen Maimun Mirdaz kepada awak media, Selasa (24/1) mengatakan, tugas Pers dilindungi UU, jika ada narasumber yang keberatan dengan pemberitaan, bisa melayangkan protes dan memberikan hak jawab, bukannya memaki-maki.

Maimun menyebutkan, kelakuan Oknum Keuchiek itu tidak bisa dibiarkan dan harus diproses secara hukum agar tidak terulang lagi."Keuchiek Rusydi selain melanggar UU ITE dengan pasal penghinaan juga bisa jerat dengan UU Pers nomor 40 Tahun 1999 menghalang-halangi tugas wartawan," sebut Maimun


Sebagai salah satu Ketua Forum Wartawan di Bireuen, Maimun tidak terima jika ada wartawan yang dileceh kan dan diancam oleh siapapun.


"Kami akan mengawal Proses hukum terhadap Oknum Keuchiek itu di Polres Bireuen, kita minta kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan itu," pinta Maimun.


Wartawan senior di Bireuen itu juga berharap pihak Kepolisian mengusut kasus dugaan Pemerasan dengan dalih uang perdamaian senilai 15 Juta Rupiah antara Ketua Kelompok Tani dan Keuchiek Desa Blang Panyang Kecamatan Simpang Mamplam."Kasus berawal dari dugaan pemalsuan tanda tangan Keuchiek oleh Ketua Kelompok Tani yang kemudian didamaikan di Pos Polisi Simpang Mamplam," sebutnya.


Katanya, pemalsuan tanda tangan adalah kasus yang tidak bisa ditolerir, masak seorang Keuchiek meminta uang mencapai 15 juta kepada warganya baru mau berdamai."Ini harus diusut tuntas, pemalsuan tandatangan dilakukan untuk mengambil bantuan di Dinas Pertanian Bireuen, setelah ketahuan hanya membayar 15 Juta masalah selesai, itu bisa dikatakan pemerasan berkedok perdamaian," pungkas Mantan Kepala Biro Serambi  Bireuen.


Seharusnya, Keuchiek yang menjadi pengayom dan contoh kepada masyarakat namun tidak berlaku bagi Rusydi Muhammad atau dikenal Keuchiek Roh, ia seenaknya  memaki-maki awak media karena tidak terima ada Keuchiek yang diberitakan.


Keuchik Rusydi merupakan Keuchiek Gampong Meunasah Mesjid Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen, dirinya merasa sangat jumawa dan memiliki jabatan besar karena menjabat Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) di Kecamatan setempat.


Sebelumnya diberitakan Keuchiek Roh telah memaki-maki wartawan dengan kata-kata tak senonoh, karena tidak terima ada Keuchiek di Simpang Mamplam diberitakan di media, meskipun media tersebut memberitakan sesuai dengan hasil wawancara.


Rusydi yang juga berprofesi sebagai Agen Honda itu menyebut wartawan binatang karena menulis berita tentang salah satu Keuchiek di Simpang Mamplam terkait kasus pemalsuan tandatangan yang berakhir damai dengan tebusan 15 Juta.


Sebagai Ketua Forum Keuchiek dia menerapkan aturan sendiri, jika ada wartawan yang ingin mewawancarai Keuchiek di Kecamatan itu harus melalui dirinya.


Ia bahkan mengancam menggerakkan 41 Keuchiek di Kecamatan itu untuk mencari wartawan itu.


"Jangan sampai saya menggerakkan 41 Keuchiek untuk mencari dia, (Wartawan, red) nanti dia tidak akan tahan," ujar Rusydi kepada salah satu wartawan di Bireuen melalui seluler pada Senin 23 Januari 2022.


Ia bahkan menyebut wartawan yang juga Pimred Lintas Nasional anjing karena tidak menghubunginya saat menulis berita.


"Saya kenal dia, kau bilang sama wartawan Asee itu (Anjing) itu jangan buat berita asal-asalan, jika mau buat berita, hubungi saya karena saya Ketua Keuchik disini," sebutnya dengan nada kasar.


Pimred Lintas Nasional, Anas tidak terima dengan makian dan ancaman tersebut bersama puluhan wartawan di Bireuen menempuh jalur hukum melaporkan Keuchik Rusydi ke Polres Bireuen.


"Ditemani puluhan wartawan liputan Bireuen, kita telah melaporkan Keuchik Rusydi ke Polres, baru menjabat Ketua Forum Keuchiek Kecamatan bisa seenaknya memaki-maki orang," ujar Anas, Pimred LN seraya mengatakan, pemberitaan Lintas Nasional, tidak kaitan sedikitpun dengan Rusydi, malah ia tiba-tiba memaki-maki wartawan dan protes pemberitaan itu.(MS)
KOMENTAR