DPW Partai Aceh Kota Langsa Gelar Pendidikan Politik Untuk 66 Desa

author photoHasan Basri
31 Okt 2021 - 19:38 WIB

THEATJEH.NET, Aceh  Timur -- DPW Partai Aceh Kota Langsa bersama DPW Putroe Aceh Kota Langsa, Minggu (31/10/2021) menggelar pendidikan politik bagi 135 peserta dari perwakilan 66 gampong dalam wilayah Kota Langsa.
 
Pendidikan politik ini mengusung tema "Emansipasi Putroe Aceh dalam Politik", berlangsung satu hari penuh di Aula Cakra Donya Kota Langsa.

Juga turut hadir, Tgk. Usman Abdullah, SE., selaku Ketua DPW Partai Aceh Kota Langsa, Burhansyah selaku Wakil Ketua DPW Partai Aceh Kota Langsa, Adlin Furqan selaku Sekretaris DPW Partai Aceh Kota Langsa. Sementara narasumber, Dosen Ilmu Politik FISIP UIN Ar-Raniry, Rizkika Lhena Darwin, MA, Dosen Fiqh Siyasah FSH UIN Ar-Raniry, Dr. Husni Mubarak LC, M.A, Dosen Ilmu Politik FISIP USK, Muliawati, S.IP., M.IP., dan Dr. Syahril Hasballah Politis Senior DPW Partai Aceh Kota Langsa. 

Ketua Umum DPP Putroe Aceh Kota Langsa, Dr. Mariati, MR, M.Si, menyampaikan, lahirnya Putroe Aceh Kota Langsa adalah dari rahimnya perjuangan rakyat Aceh.

"Putroe Aceh hadir untuk mendukung program-program kepartaian," ujar alumni program doktoral Ilmu Ekonomi Universitas Syiah Kuala ini.

Rizkika Lhena Darwin, MA, menjelaskan, Putroe Aceh merupakan sayap Partai Aceh berkesempatan untuk membuka pintu seluasnya bagi kaum perempuan seluruh kabupaten/kota. 

Partai Aceh sudah sangat egaliter terhadap kaum perempuan, artinya eksistensi Putroe Aceh sudah menghapus gender gap dalam politik. 

"Berupaya menghilangkan budaya patriakhi yang selama ini didominasi dan eksploitasi terhadap perempuan dalam kerja politik," paparnya. 

Dr. Husni Mubarak LC, M.A, mengatakan, keterwakilan perempuan dalam perspektif fiqh siyasah sudah tercatat dalam Alquran.Diantara ayat yang menyebutkan perempuan adalah Alquran Surah At-Taubah ayat 71 yang menyebutkan Perempuan itu partner, bahkan perhatian Alquran terhadap posisi perempuan mulia yang menyiratkan makna setara (egaliter) dengan lelaki. 

Muliawati, S.IP., M.IP, menyampaikan bahwa Putroe Aceh merupakan organisasi politik  perempuan yang memiliki afilisasi dengan Partai Aceh. 

Kaderisasi Putroe Aceh harus dimaknai sebagai  proses dan upaya penguatan internal organisasi politik Putroe Aceh.

Sebagai akademisi saya menyarankan proses kaderisasi harus bertahap seperti kaderisasi tingkat pertama, kaderisasi tingkat madya, dan kaderisasi tingkat utama.

Terakhir, Dr. Syahril Hasballah, menyebutkan, Putroe Aceh harus betul-betul berpartisipasi dalam pembangunan, karena merupakan sayap Partai Aceh khusus untuk perempuan. 

Ideologi Partai Aceh harus mengembangkan islamisme nasionalis keAcehan. Program kaderisasi untuk mengembangkan program-program kepartaian. (*)
KOMENTAR