Ners Rosdiana Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba pada Siswa SMKN 1 Al-Mubarkeya

author photoRedaksi
19 Jul 2021 - 07:22 WIB

ACEH BESAR | Penyuluh P2M BNNP Aceh, Ners Rosdiana SKM,S.Kep menyebutkan, pecandu narkoba pada umumnya berusia 11 sampai 24 tahun.

"Usia 11 sampai 24 tahun merupakan usia produktif atau usia pelajar. Awalnya mencoba lalu mengalami ketergantungan," kata Penyuluh P2M BNNP Aceh, Ners Rosdiana SKM,S.Kep yang dikutip media ini, pada Minggu (18/7/2021).

Sebelumnya, hal itu disampaikan Ners Rody, sapaan akrab Ners Rosdiana SKM,S.Kep saat menjadi narasumber pada kegiatan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) di SMK Negeri 1 Al-Mubarkeya, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Sabtu 17 Juli 2021 kemarin.

Menurut dia, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat,maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa.

"Pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digrogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf,sehingga pemuda tersebut tidak bisa berfikir jernih," sebut Ners Rody.

Akibatnya, kata dia, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.

"Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obatan terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan," jelas Ners Rody.

Menurut dia, bila telah menjadi pecandu, maka bila tidak mengkomsumsinya akan mengakibatkan Sakau, yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat luar biasa pada tubuh.

"Ada banyak dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja, seperti perubahan dalam sikap, prilaku dan kepribadian," katanya.

Selain itu, sambung dia, anak akan sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, menjadi mudah tersinggung dan cepat marah serta sering mengantuk dan malas belajar.

"Mereka juga cenderung tidak mempedulikan kesehatan diri dan suka mencuri untuk membeli narkoba," katanya.

Menurut dia, upaya yang harus dilakukan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah menjadi tanggungjawab kita bersama.

"Dalam hal ini, semua pihak terutama orang tua, guru dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap remaja," pungkas Ners Rody.

Sebelumya, Kepala SMKN 1 Al-Mubarkeya , Dra Dahliati, M.Pd dalam sambutannya mengharapkan, agar penyuluh BNN Prov Aceh untuk selalu memberikan penyuluhan bahaya narkoba kepada siswa SMKN 1 Al-Mubarkeya.

"Semoga, dengan adanya penyuluhan ini, siswa dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba," harap Kepsek Dahliati.

Pada akhir kegiatan, Ners Rody juga membagikan kuesioner Indeks Ketahanan Diri ( Dek Tari ) kepada 340  siswa/i SMK Negeri 1 Al-Mubarkeya. Kuesioner itu sendiri bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap penyalahgunaan narkoba  serta daya tangkal untuk  mencegah penyebaran narkoba dikalangan remaja dalam lingkungan sekolah. [ ]
KOMENTAR