Penemuan Mayat di Aliran Sungai Kecamatan Dewantara Gegerkan Warga

LHOKSEUMAWE – Penemuan mayat tanpa identitas di aliran sungai Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara gegerkan warga, Kapolsek Dewantara AKP Nurmansyah turun langsung ke TKP untuk melakukan evaluasi, Selasa (9/3/2021).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kasubag Humas mengatakan, mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak ingin buang air kecil di sungai dimaksud sekitar pukul 14.00 WIB.

"Warga ini melihat ada sesosok mayat laki-laki dalam posisi telungkup di tengah sungai hanya menggunakan celana training warna hitam liris merah tanpa mengenakan baju, selanjutnya warga melaporkan ke Keuchik setempat dan kemudian Keuchik meneruskan laporan warga ke Polsek dan Koramil Dewantara," ujarnya.

Tidak lama kemudian, kata Salman, personel Polsek dan Koramil dibantu warga setempat melakukan evakuasi mengangkat mayat tersebut lalu dimasukkan ke kantong jenazah.

"Mayat tersebut dibawa ke RS. Cut Meutia Kec. Blang Mangat Kota Lhokseumawe dengan menggunakan ambulan milik Puskesmas Dewantara untuk dilakukan Visum," pungkasnya. 


Update Terbaru: 
Mayat tanpa identitas yang ditemukan oleh warga di aliran sungai Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara beberapa waktu lalu, ternyata seorang santri Dayah Paloh Gadeng.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kasubag Humas, Kamis (11/3/2021) mengatakan, korban diketahui bernama Muhammad Rizki warga Desa Baloy, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, informasi tersebut didapatkan dari tiga rekan korban sesama santri yang saat itu bersama-sama pergi memancing di sungai tersebut.

Kronologis kejadian menurut keterangan dari rekan korban, kata Salman, pada Senin (8/3/2021) sekitar pukul 11.00 WIB, korban bersama dengan tiga temannya ini berangkat dari Dayah dengan tujuan untuk memancing di sungai. Setibanya di lokasi, empat santri tersebut mencari udang terlebih dahulu di tambak dekat sungai.

"Setelah mencari udang lalu melanjutkan memancing di sungai. Korban bersama tiga rekannya juga mandi di sungai, namun mereka tidak bisa berenang. Saat berada di tengah sungai, tiga teman korban menyelamatkan diri ke pinggir sungai. Sementara korban masih di tengah, hanya terlihat kedua tangannya saja," ujarnya.

Kemudian, tiga temannya berupaya menyelamatkan korban dengan mengambil pelepah daun kelapa dan mencoba membantu korban dengan cara mendekatkan pelepah daun kelapa ke tangan korban, tetapi tangan korban tidak terlihat lagi. Ketiga rekan korban sempat menunggu sekitar 3 menit tetapi korban tidak kunjung muncul.

"Kemudian rekan korban kembali ke gubuk tempat menyimpan pakaian, lalu menyimpan pakain korban di antara batang pohon dan kembali ke dayah serta memberitahukan kepada santri lainnya dengan maksud menanyakan kepada santri siapa yang bisa berenang untuk menyelamatkan korban. Karena takut, ketiga rekan korban tidak kembali lagi ke sungai serta tidak memberitahukan peristiwa tersebut kepada guru," pungkasnya.

Lanjutnya, peristiwa tenggelamnya seorang santri ini baru diberitahukan oleh rekan korban kepada gurunya pada Rabu (10/3/2021), selanjutnya diteruskan ke kapolsek Dewantara. Selanjutnya, personel kepolisian menuju ke Dayah Paloh Gadeng dan membawa dua teman korban ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengambil barang milik korban, kemudian dimintai keterangan.

"Bersama pihak Dayah, Kepolisian mencari tahu keberadaan keluarga korban. Kemudian, didapatkan informasi bahwa keluarga korban berada di Desa Baloy, didampingi perangkat desa setempat kepolisian dan pihak Dayah mendatangi rumah keluarga korban dan memberitahu peristiwa dimaksud. Keluarga memaklumi dan telah mengiklaskan kejadian yang menimpa korban," jelasnya.
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru