Group Meurunoe Basa Aceh Pasang Himbauan Dalam Bahasa Aceh di Jameun Kupie

author photoM. Sulaiman
16 Feb 2021 - 18:49 WIB

BIREUEN-Untuk melestarikan kekhusu san bahasa Aceh dikalangan masyarakat, kelompok pecinta bahasa Aceh melakukan aksi pemasangan Narit Maja dan menghimbauan dalam bahasa Aceh di Cafe Jameun Kupie.

Aksi ini dilakukan untuk membiasakan kembali masyarakat, pemuda dan pemudi Aceh untuk membaca tulisan Aceh yang benarnya, baik dalam tulisan latin maupun tulisan jawo.

"Meurunoe Basa Aceh" merupakan group Facebook untuk mendiskusikan bahasa Aceh yang sudah mulai jarang digunakan, penulisan yang benar, dan sebagainya yang bertujuan untuk melestarikan kekhususan bahasa Aceh agar tidak punah.

Dikatakan Ziaul Fahmi dan Mulya Bijeh Mata yang merupakan anggota group tersebut kepada Media TheAtjehNet. Selasa 16 Februari 2021. Aksi pemasan gan himbauan dan Narit Maja di Jameun Kupie yang di dampingi langsung oleh Khairul  Nazli selaku Owner Jameun Kupie.

"Alhamdulillah berkat dukungan anggota group, program pertama ini dapat terlaksana, semoga akan terus berlanjut ke tempat-tempat lainnya dengan tujuan melestarikan kembali bahasa Aceh dikalangan masyarakat". Sebut Ziaul.

Selain di Jameun Kupi, Ziaul juga telah berencana melaksanakan aksi serupa di tempat-tempat wisata, mesjid, dan tempat umum lainnya.

"Bila sudah mendapatkan izin dari pihak terkait maka kita akan memasang hal serupa di tempat-tempat wisata, dan itu bukan hanya di Kabupaten Bireuen saja, akan tetapi di kabupaten lainnya".  

"Kami berharap seperti kabupaten Aceh Besar yang sudah ada Perbub untuk berbahasa Aceh setiap Kamis, Bupatinya akan mendukung hal ini untuk kita lakukan di Aceh Besar".Tutup Ziaul yang juga Duta Bahasa Favorit Aceh 2018.

Mulya Bijeh Mata selaku seniman muda Aceh juga berharap program ini dapat terus berlanjut untuk menyelamatkan identitas kekhususan Aceh di sisi kebahasaan akan datang.

"Saya berharap pihak lainnya juga mau mendukung program ini, ini salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk melestarikan kembali bahasa Aceh yang sempurna, agar tidak punah". Tutup Mulya.(MS)
KOMENTAR