Jalan Lintas Blangkejren - Kutacane Terancam Lumpuh Total

author photoRedaksi
27 Des 2020 - 10:22 WIB

GAYO LUES - Tanah longsor kembali terjadi dan menutupi badan jalan di Kawasan Lintas Blangkejren-Kutacane, Dusun Tetumpun, Desa Pungke Jaya, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (26/12/2020) Malam.

Akibat tanah longsor membawa reruntuhan pasir, batu dan lumpur menutupi badan jalan dengan tinggian lumpur mencapai 2 meter, pukul 02.00 Wib sehingga mengakibatkan sepanjang 50 Meter jalan lintas Blangkejren-Kutacane lumpuh total tidak dapat dilalui.

Komandan Kodim (Dandim) 0113/Gayo Lues Letkol Inf Yudhi Hendro Prasetyo mengatakan, bahwa tanah longsor akibat tingginya curah hujan, struktur tanah yang labil dan adanya sumber air di pegunungan, sehingga meruntuhkan material dari perbukitan dan menutupi badan jalan.

Atas kejadian itu, Prajurit TNI Pos Ramil Putri Betung, Babinsa yang bertugas di Wilayah tersebut langsung ke TKP dan melaporkan situasi yang terjadi di lokasi, kata Dandim saat dikonfirmasi melalui telepon selular.

"Usai hujan, pukul 08.00 WIB, Muspika Kecamatan Putri Betung berkoordinasi dengan pihak PT. Pelita Nusa Perkasa menurunkan 3 unit alat berat ke lokasi, untuk melakukan pembersihan jalan dengan menggunakan dua unit alat berat Excavator dan satu unit alat berat Buldozer", ungkap Dandim.

Babinsa Pos Ramil Putri Betung turut membantu mengamankan lokasi dan mengatur kendaraan yang akan melintas sambil mengingatkan kepada pengendara roda empat dan roda dua saat berusaha melintas di lokasi jalan berlumpur agar berhati dan waspada, karena dikuatirkan susulan tanah longsor yang masih terus jadi bersama air dari pegunungan, sebut Dandim.

"Babinsa kita juga mengingatkan kepada warga setempat di Dusun Tetumpun, Desa Pungke Jaya yang tinggal di dekat lokasi rawan tanah longsor, agar tetap waspada dan apabila longsor sampai ke Dusun Tetumpun agar cepat mengungsi ke tempat yang aman", kata Dandim, Minggu (27/12/2020), Pagi.

Menurut Dandim, pada pukul 23.30 WIB, lalu lintas Blangkejren-Kuta Cane sudah bisa dilalui baik kendaraan roda 2 maupun roda 4. Namun alat berat masih distandbykan untuk melakukan pembersihan sisa materiil batu dan lumpur yang masih longsor dari atas bukit, pungkas Dandim.

Akibat kejadian tersebut para pengendara yang akan melintas baik roda dua dan roda empat sempat terjebak macet selama 20 jam hingga alat berat dapat melakukan pembersihan dilokasi tersebut

Tidak ditemukan adanya Korban jiwa baik personel maupun Material atas peristiwa tersebut.

Dandim mengutarakan, untuk alat berat saat ini tetap standbay dilokasi guna mengantisipasi adanya susulan tanah longsor dan mengingat diwilayah Kabupaten Gayo Lues masih memasuki musim penghujan.
KOMENTAR