PT PAG Serahkan Bantuan untuk Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

author photoBphat Umar
8 Jul 2020 - 18:04 WIB

LHOKSEUMAWE - PT Perta Arun Gas (PAG) Lhokseumawe menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya di lokasi penampungan bekas kantor imigrasi Kota Lhokseumawe, Rabu (8/7/2020).

VP Technical Service yang juga  merangkap sebagai Pjs Manager Humas Iskandar Zulkarnain mengatakan bantuan yang diserahkan itu berupa sembako yang terdiri dari Beras15kg sebanyak 30 sak,Minyak makan 50 liter, 2 unit Kipas Angin,Telur 10 papan,Susu Milo, mie Instan dan Aqua Gelas 50 Kardus, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian pihak perusahaan terhadap para pengungsi, ujarnya.

"Bantuan itu merupakan sumbangan dari PT Arun Petra Gas Lhokseumawe yang diberikan kepercayaan melalui saya untuk mewakili dari direksi Perusahaan," ujarnya, Rabu (8/7/2020).

Dia menjelaskan bantuan itu langsung diterima oleh Ridwan Djalil selaku DanSatgana Rohingya dan didampingi Oleh Ketua PMI lhokseumawe Junaidi Yahya di lokasi penampungan bekas kantor imigrasi Kota Lhokseumawe.

"Untuk itu, PAG merasa terpanggil dan sudah sepatutnya kita saling membantu, Dalam hal ini ya PAG memberikan bantuan kemanusiaan berupa sembako dan lainya, PAG berharap dengan penyerahan bantuan tersebut juga dapat meringankan beban pemerintah yang telah membantu saudara muslim Rohingnya." Pungkasnya".

Seperti diketahui, Rabu (24/6) lalu, sebuah kapal terombang-ambing di perairan Aceh Utara.

Kapal itu memuat 94 warga Rohingya, Myanmar dengan rincian 15 orang laki-laki dewasa, 49 perempuan dewasa, dan 30 anak-anak.

Keberadaan mereka hingga ke lautan lepas hingga memasuki wilayah Indonesia bukan tanpa sebab, tetapi karena konflik kemanusiaan yang tak kunjung berakhir di negara mereka.

Kapal motor yang membawa 94 muslim Rohingya itu terlihat di perairan Aceh Utara, Rabu (24/6) siang.

Ketika ditemukan, kondisi kapal dalam keadaan kehabisan bahan bakar dan nyaris tenggelam. Para penumpangnya pun dalam kondisi ketakutan.

Kondisi itu terlihat oleh nelayan asal Aceh Utara. Permintaan untuk diselamatkan yang diisyaratkan penumpang kapal direspons oleh masyarakat yang akhirnya pengungsi Rohingya itu pun didaratkan. (RB)
KOMENTAR