HRD Desak Pemerintah Aceh Prioritaskan Ekonomi Masyarakat Saat Situasi Kritis

author photoM. Sulaiman
31 Mar 2020 - 02:09 WIB

JAKARTA -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Daerah Dapil Aceh II, H. Ruslan M Daud meminta ketegasan Pemerintah Aceh segera mengambil langkah konkrit mendukung keberlanjutan hidup masyarakat kelas bawah, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Disampaikan HRD seusai mengikuti sidang paripurna DPR RI  secara virtual Senin (30/3/2020).

Menurut HRD, dengan angka kemiskinan yang tinggi di Aceh, sangat besar kemungkinan masyarakat tidak punya penghasilan sama sekali dalam situasi kritis akibat wabah Virus corona yang semakin parah.

Dengan itu, HRD meminta pemerintah Aceh, terutama Plt. Gubernur untuk segera mengambil langkah tepat dan cepat guna mengatasi persoalan tersebut.

"Kita sudah tau angka kemiskinan di Aceh sangat tinggi. Dalam situasi normal saja mereka masih susah mendapat pemasukan. Apalagi kondisi kritis begini dimana roda perekonomian lumpuh. Maka sudah seharusnya negara atau pemerintah hadir," sebut HRD.

Lanjut HRD menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh segera merelokasikan anggaran guna mengatasi kondisi kritis ini, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah.

"Di tingkat Pusat, sudah ada beberapa kementerian termasuk yang bermitra dengan Komisi V seperti Kementerian PUPR yang sudah menyesuaikan alokasi anggaran mereka," katanya.

"Saya dengar Kemendikbud juga mengambil langkah serupa bahkan dana yang seharusnya untuk pelaksanaan UN diganti untuk penanganan Corona," sebutlagi HRD.

HRD, menyarankan Plt Gubernur sebagai pemegang kuasa anggaran di tingkat provinsi, supaya sesegara mungkin mengambil langkah langkah konkrit. 

"Saya kira ada pos-pos anggaran yang dapat diambil, paling tidak untuk memenuhi kebutuhan dasar MBR terutama sembako," tegas politisi PKB yang duduk di Komisi V ini.

Juga mengharapkan supaya pemerintah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk ikut menenangkan masyarakat dalam situasi kritis ini. Jelasnya Bupati Bireuen Periode 2012/2017.

Menurutnya, masyarakat sedang dalam tekanan mental yang besar. Mereka membutuhkan suntikan energi dan semangat supaya tetap tegar dan kuat dalam menjalani musibah wabah Corona.

"Intinya pemerintah Aceh dan semua pemangku kepentingan jangan menyampaikan sesuatu yang bisa menimbulkan kepanikan di masyarakat," Ungkap HRD sambil mengimbau masyarakat untuk terus disiplin menjalankan protokol kesehatan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, Laporan Fikar W. Eda.(MS)
KOMENTAR