Akibat Korsleting Listrik, Si Jago Merah Ratakan 11 Rumah Warga Pulo Ara Geudong Teungoh

author photoM. Sulaiman
21 Mar 2020 - 04:33 WIB

BIREUEN- Tidak tanggung-tanggung si jago merah membuat manusia menderita dengan meluluh lantak kobaran hebatnya, walau ini semua atas kehendak yang Maha kuasa, jika Allah sudah menentukan kapan maut itu tiba pasti tidak akan meleset, maka hambanya harus menerima dengan ke iklasan, dibalik kebakaran 11 unit rumah warga Desa Pulo Ara Geudong Teungoh Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen, semua jadi abu dan akan menjadi hikmahnya, insiden hebat itu terjadi sekitar pukul 20.30 wib jumat 20/3/2020 malam,

Kebakaran hebat terjadi di Desa Pulo Ara Geudong Teungoh Kecamatan Kota Juang, memakan rumah sebanyak 11 unit milik warga, harta benda milik para korban ludes dibuat si jago merah sehigga rata dengan tanah dan ditaksir kerugian mencapai satu miliar lebih.

Informasi yang dihimpun Media TheAtjehNet mengatakan, musibah naas ini bermula dari percikan api di atas balai pengajian Tgk Ramadhan, atau yang lebih dikenal Tu Dan. Tiba-tiba saja, api langsung membesar serta membakar tiga unit rumah terdekat.

Dengan kecepatan kobaran api berkobar-kobar sangat besar, sehingga menjalar beberapa tempat dan membakar rumah lainnya. Dengan insiden tersebut, terjadi serta membuat kepanikan warga sekitar, korban kebakaran berhamburan keluar untuk menyelamakan diri dari kobaran si jago merah, api dengan sangat cepat merambah, sehingga para korban tidak sempat menyelamatkan harta bendanya. Namun hanya baju yang melekat di badan saja yang tersisa.

Pada musibah naas tersebut terjadi, saat ditemui awak Media ini, putra peusangan Zulkarnaen dan Cut Fitriah Harun, yang merupakan korban kebakaran itu, menyebutkan, pada saat kejadian, dirinya bersama ibu, adik serta neneknya baru saja usai makan malam, tiba-tiba terdengan di luar ada suara kresek-kresek, terlihat api mulai menjalar dan membakar ke rumah mereka.

Kebakaran begitu cepat, hingga kobaran  api membesar, dengan mudah si jago merah melalap rumah rumah kami,  mereka berhamburan keluar," kami berempat hanya bisa melihat api yang sedang melalap rumah nya, sementara itu di dalam rumah mereka ada sepeda motor PCX dan Astrea namun tidak bisa kami selamatkan dan juga HP serta seluruh barang berhaga habis terbakar, ungkapnya dengan penuh air mata kesedihan.

Salah satu warga setempat menyebutkan, kejadian tersebut begitu sangat cepat dan api terus membesar, sehinga membakar beberapa rumah tetangga nya. Selain diliputi rasa kesedihan yang cukup mendalam, para korban juga kini belum tahu harus tinggal dimana karena rumah mereka sudah ludes dilahap si jago merah itu.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini di lokasi, sementara diketahui 11 unit rumah dan satu balai pengajian ludes terbakar. Adapun para korban yakni Tu Dan, Adi, Kari, Zainal, Nuri, Dayat, Ilyas, Yus, Nasruddin, Minah dan Syamsuddin.

Sementara itu. Armada Damkar Pemkab Bireuen selurunya dikerahkan kelokasi, untuk memadamkan api. Bahkan, turut dibantu satu unit water canon Polres Bireuen yang diturunkan, guna menghentikan si jago merah. Petugas yang berupaya keras mengendalikan situasi kebakaran tersebut, membutuh kan waktu hampir satu jam setengah sehingga api berhasil di padamkan.

Upaya pemadaman kebakaran tersebut, turut dipantau langsung oleh Plt Bupati Bireuen, Dr Muzakkar A Gani SH M.Si, Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar, Ketua Fraksi Juang Bersama, Zulfikar Apayub, Dirut PT Takabeya Perkasa Grup, H Mukhlis A.Md, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat setempat. 

Hingga berita ini dilayangkan Media ini belum memperoleh konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait, sementara petugas masih terlihat menyiram sisa-sisa puing bangunan yang terbakar.(MS)
KOMENTAR