LSM Topan RI Pertanyakan Penyerapan Anggaran1 RKB TPA

author photoKamsah
8 Des 2019 - 07:52 WIB

BLANGKEJEREN - Berawal dari perbincangan masyarakat ada sebuah bangunan RKB sebuah TPA di Desa Penampaan Uken diduga bangunan tersebut bantuan dari Pemerintah Daerah, ironisnya dalam perbincangan itu bangunan tersebut tidak selesai, tetapi tahun anggaran 2019 akan segera berahir.

Saat awak media  memantau sebuah bangunan yang berdiri di Desa Penampaan di Sebuah TPA ( Taman Pengajian Anak), di bangunan tersebut tidak ditemui plank Proyek pekerjaan, hingga awak media ini konfirmasi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues dikarenakan adanya Taman Pengajian Anak diduga kegiatan tersebut bersumber dari Dinas Pendidikan.

Pada tahun 2019 Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues hibahkan kepada TPA Penampaan Uken Blangkejeren dengan anggaran 180 juta dari Sumber Dana DAU, untuk pembangunan 1 RKB. 

Kegiatan itu terlihat tidak selesai dan para pekerja untuk mengerjakan bangunan itu sudah tidak ada lagi ditempat, hingga menjadi pertanyaan bagi awak media.

Kepala Dinas melalui Kabid KSP (Kelembagaan Sarana dan Prasarana-red) Kairul fatah saat dikonfirmasi di Kantornya mengungkapkan, pekerjaan pembangunan Gedung TPA Penampaan Uken dengan anggaran 170 Juta itu memang segitu cuman bangunannya didalam RAB nya juga memang pembangunannya seperti itu, sekira 80% penyelesaiannya dan selanjutnya bangunan itu dilanjutkan oleh pihak TPA.

Dengan anggaran 180 juta bangun sekira 7 x 8 meter persegi Belum selesai, berapakah anggaran semestinya dituangkan ke satu unit bangunan RKB itu hingga selesai 100%.

Norman Sembiring, Ka Pengembangan Organisasi TOPAN RI, saat awak media ini menyambangi di ruang kerjanya menuturkan, seharusnya bangunan itu selesai 100 % agar dapat segera ditempati untuk ruang belajar bagi anak-anak TPA, kenapa bangunan itu hanya sekira 80% Saja.

Jika perencanaanya belum final atau matang untuk apa kerja dua kali hanya untuk membangun satu RKB, apakah memang harus begitu, saya rasa untuk membangun sebuah ruang gedung kelas belajar anak hanya sebatas bangunan kotak sabun, untuk apa seperti itu pembangunannya kenapa tidak sampai selesai terus dalam perencanaanya berarti hanya sebatas perencanaan yang tidak matang  walaupun dana tersebut dihibahkan.

Begitu besaran anggaran saya rasa dengan 180 juta dituangkan ke sebuah bangunan sudah selesai mencapai 95% kesiapanya, kita contohkan saja ke rumah layak huni, dengan anggaran berkisar 85 juta masyarakat itu sudah terima kunci, tinggal masuk dan mungkin RKB yang dibangun ini lebih besar ukurannya dari ukuran rumah layak huni 6 x 6 meter persegi, lebih lebar maka kita prediksi saja menjadi 95 % kesiapan bangunan itu, kalo segitu saja kan sudah bisa digunakan anak untuk belajar", pungkasnya. (kamsah Galus)
KOMENTAR