Pugar Pijay Mampu Produksi 80 Ton Garam Perbulan

author photoKherry Leib
28 Jun 2019 - 20:59 WIB

PIDIE JAYA - Pengembangan pengolahan garam yang dilakukan Pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) telah mampu mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya petani garam di Desa Lancang  Kecamatan Bandar Baru Pidie Jaya.

Ir. H. Kamaluddin Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pidie Jaya melalui handpone pada Theatjeh.net, Jumat (28/06) mengatakan para petani garam di desa Lancang mampu menghasilkan rata - rata 80 ton Garam perbulan dibagi 4 kelompok dengan rinciannya kelompok Keuchik 38 ton, kelompok dayah 15 ton dan kelompok Syarli 20 ton sementara kelompok Husen belum ada laporannya.

"Selama adanya pengolahan garam pendapatan mereka seperti pekerja lepas bisa mendapatkan upah Rp 200.000, bahkan  lebih tidak seperti sebelumnya," kata Ayah Kamal.

Dinilai berhasil dalam mendongkrak ekonomi masyarakat lewat program PUGaR dimana area usaha garam rakyat yang terintegrasi seluas 36 hektare  maka pemerintah akan membuka lagi lahan baru dengan anggran dana  APBN,  seluas 158 hektare, di Kecamatan Ulim, Tringgadeng, dan Bandar Baru dengan harapan nantinya Pidie Jaya menjadi Lumbung Garam terbesar di Sumatera.

"Kami terus berupaya sesuai harapan  Bupati dan Wakil Bupati untuk mensejahterakan masyarakat meningkatkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja," tutupnya. (kh)
KOMENTAR