Pengkhianatan Soekarno terhadap Aceh yang Tidak Pernah Habis
0 menit baca
BANDA ACEH --- Rizki Ardial (Ketua HMP D-III Perbankan Syariah UIN Ar-Raniry Banda Aceh) yang juga Alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) mengecam puisi Soekmawati Soekarnoe Putri yang dibacakan pada malam 29 ATahun Anne Avantie Berkarya.
Puisi ini dinilai Kader HMI Cabang Banda Aceh, kembali melukai Hati Rakyat Aceh, "Aceh yang merupakan daerah yang telah menerapkan syariat Islam merasa tersinggung dengan lantunan puisi tersebut.
Baca juga artikel terkait:
Pengkhianatan Soekarno terhadap Aceh yang Tidak Pernah Habis
Pengkhianatan Soekarno terhadap Aceh yang Tidak Pernah Habis
"Sayangnya goresan luka ini kembali digores oleh Keluarga Soekarno," jelasnya, Selasa 3 April 2018.
Hal ini, menurut Rizki, kembali mengungkit luka lama yang telah mendarah daging dalam tubuh rakyat Aceh saat Soekarno mengkhianati Rakyat Aceh ketika memerdekakan Indonesia.
"Sungguh sangat berat untuk dimaafkan, kejadian ini sangat meremukkan dada rakyat Aceh saat mendengar nama pelantunnya," kata Rizki.
Baca juga artikel terkait:
"Seakan-akan pengkhiatan Soekarno terhadap Aceh tidak pernah habisnya, gores demi goresan terus digoreskan oleh keluarga Proklamator Kemerdekaan Indonesia tersebut," tegasnya.
Rizki mengatakan, mulai dari yang dilakukan langsung oleh dirinya terhadap apa yang dijanjikan kepada Tgk. Dawod Beureueh saat itu, bahkan yang dilakukan oleh Putrinya Megawati sebelum MOU Helsinki, dan kini luka yang sama kembali digoreskan oleh putrinya Soekmawati melalui lantunan puisinya. Seakan estafet pengkhiatan ini tidak pernah berakhir di lakukan oleh generasinya.
"Walaupun putra Soekarno Guntur mengatakan puisi tersebut hanya berasal dari pribadi Soekmawati, namun yang kami tahu, luka ini bukan yang pertama kali, dan yang kami tahu luka ini kembali dilakukan oleh keluarga Soekarno," tutupnya. (r)
